Lebih dari 3 Dekade, Lintasarta Andal Beri Solusi ICT bagi Pemerintah Daerah
Rabu, 14 April 2021 - 21:29 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, untuk menjaga agar pelanggan terus meningkatkan kepercayaan ke PT Lintasarta , makanya terus dihadirkan inovasi. Salah satu tren kebutuhan di era pandemi ini adalah penting bagi dunia usaha untuk melalukan transformasi digital.
“Karena tren di pelanggan yang serba online, work from anywhere, tren new normal yang membatasi pertemuan yang membuat semua orang dan dunia usaha harus mengoptimalkan digitalisasi. Sehingga kondisi pandemi ini mempercepat terjadinya transformasi digital di berbagai korporasi dan institusi pemerintahan,” ungkapnya.
Baca juga: Lintasarta Bangun Power House HUB VSAT dan Perluas Network Operation Control
Untuk itu, Lintasarta menawarkan berbagai jasa IT Services yang dibutuhkan pelanggan dalam melakukan percepatan digital transformasi, antara lain, dengan menghadirkan cloud services.
Cloud service yang dimaksudkan merupakan bagian dari kegiatan efisisensi di pelanggan B2B, di mana sebelumnya mereka melakukan pengadaan kebutuhan server yang dikonversi dengan penggunaan Cloud. Dengan memanfaatkan Cloud, pelanggan dapat meningkatkan kapasitas vitual server ini kapanpun mereka butuhkan dan dapat menurunkan kapasitasnya jika dirasa sudah cukup.
Kemudian, ada IT outsourcing & manage services merupakan bagian dari bagian efisiensi perusahaan, dengan mengurangi pembelian capex IT dan mengkonversi ke biaya opex. Di mana pelanggan dapat melakukan sewa perangkat IT dan personelnya, sehingga pelanggan bisa fokus ke core bisnisnya.
Lalu ada telemedicine, eKYC adalah prosedur untuk mengidentifikasi dan melakukan verifikasi identitas pelanggan secara digital atau online. Ada juga smart city merupakan solusi pelayanan pemerintahan kota/kabupaten secara digital yang bertujuan memberikan pelayanan publik. Konsep dari smart city adalah dengan mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan berbagai perangkatinternet of things untuk mengoptimalkan efisiensi operasi dan layanan kota, serta terhubung dengan warga.
Beri Kontribusi untuk Sulsel
Lintasarta memberikan dukungan dan solusi ICT kepada seluruh sektor industri (perbankan, manufaktur, transportasi, hospitality dan kesehatan ), selain itu berkolaborasi bersama BAKTI atau Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kominfo dengan memberikan solusi ICT (internet gratis) ke puskesmas di wilayah Sulsel.
Menurutnya, dengan geografis yang luas, tentunya Lintasarta belum bisa menyentuh seluruh wilayah Sulsel, namun demikian melalui dukungan Lintasarta ke BAKTI.
Baca juga: COVID-19 Paksa Industri Supply Chain Terapkan Digitalisasi
“Saat ini Lintasarta sudah memberikan layanan Internet ke daerah 3T (terluar, tertinggal, terpencil), dan saat ini sedang berjalan memberikan layanan WiFi publik di pulau-pulau terluar yang masuk dalam wilayah administrasi Kota Makassar,” sebutnya.
Bahkan, pada akhir tahun 2020 dengan target yang sangat ketat melalui program BAKTI, pihaknya membangun layanan internet di 58 lokasi 3T, yakni di puskesmas Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, Bantaeng, Maros dan Kepulauan Selayar.
“Di Sulsel mayoritas karakteristik pelanggan saat ini sangat dinamis tidak mengacu hanya pada layanan data komunikasi dan intenet saja, namun lebih dari itu Lintasarta diharapkan memberikan dukungan one stop ICT solution. Sementara dominasi pelanggan terbanyak pada sektor pemerintahan dan perbankan,” jelasnya.
Pada 2021 ini, PT Lintasarta berkomitmen mendukung percepatan transformasi digital di pelanggan Lintasarta melalui solusi infrastruktur dan solusi Industri yang berikan kepada pelanggan.
“Juga hal yang penting adalah menjaga service excellence kepada pelanggan Lintasarta. Secara umum kita akan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dengan flexibilitas ICT solution. Lintasarta juga melakukan transformasi customer focus dengan menerapkan strategi key account management (KAM),” tuturnya.
Baca juga: Solusi ICT Bisa Perkuat Bisnis Industri Keuangan Non-Bank di Era New Normal
Dari sisi bisnis , PT Lintasarta mengalami pertumbuhan belanja connectivity di 2021 adalah 3% dan IT services adalah 19% hal ini mengacu kepada data IDC (lembaga riset),
“Alhamdulillah, Lintasarta mampu menjaga pertumbuhan diatas pertumbuhan pasar untuk kedua layanan tersebut,” pungkasnya.
“Karena tren di pelanggan yang serba online, work from anywhere, tren new normal yang membatasi pertemuan yang membuat semua orang dan dunia usaha harus mengoptimalkan digitalisasi. Sehingga kondisi pandemi ini mempercepat terjadinya transformasi digital di berbagai korporasi dan institusi pemerintahan,” ungkapnya.
Baca juga: Lintasarta Bangun Power House HUB VSAT dan Perluas Network Operation Control
Untuk itu, Lintasarta menawarkan berbagai jasa IT Services yang dibutuhkan pelanggan dalam melakukan percepatan digital transformasi, antara lain, dengan menghadirkan cloud services.
Cloud service yang dimaksudkan merupakan bagian dari kegiatan efisisensi di pelanggan B2B, di mana sebelumnya mereka melakukan pengadaan kebutuhan server yang dikonversi dengan penggunaan Cloud. Dengan memanfaatkan Cloud, pelanggan dapat meningkatkan kapasitas vitual server ini kapanpun mereka butuhkan dan dapat menurunkan kapasitasnya jika dirasa sudah cukup.
Kemudian, ada IT outsourcing & manage services merupakan bagian dari bagian efisiensi perusahaan, dengan mengurangi pembelian capex IT dan mengkonversi ke biaya opex. Di mana pelanggan dapat melakukan sewa perangkat IT dan personelnya, sehingga pelanggan bisa fokus ke core bisnisnya.
Lalu ada telemedicine, eKYC adalah prosedur untuk mengidentifikasi dan melakukan verifikasi identitas pelanggan secara digital atau online. Ada juga smart city merupakan solusi pelayanan pemerintahan kota/kabupaten secara digital yang bertujuan memberikan pelayanan publik. Konsep dari smart city adalah dengan mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan berbagai perangkatinternet of things untuk mengoptimalkan efisiensi operasi dan layanan kota, serta terhubung dengan warga.
Beri Kontribusi untuk Sulsel
Lintasarta memberikan dukungan dan solusi ICT kepada seluruh sektor industri (perbankan, manufaktur, transportasi, hospitality dan kesehatan ), selain itu berkolaborasi bersama BAKTI atau Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kominfo dengan memberikan solusi ICT (internet gratis) ke puskesmas di wilayah Sulsel.
Menurutnya, dengan geografis yang luas, tentunya Lintasarta belum bisa menyentuh seluruh wilayah Sulsel, namun demikian melalui dukungan Lintasarta ke BAKTI.
Baca juga: COVID-19 Paksa Industri Supply Chain Terapkan Digitalisasi
“Saat ini Lintasarta sudah memberikan layanan Internet ke daerah 3T (terluar, tertinggal, terpencil), dan saat ini sedang berjalan memberikan layanan WiFi publik di pulau-pulau terluar yang masuk dalam wilayah administrasi Kota Makassar,” sebutnya.
Bahkan, pada akhir tahun 2020 dengan target yang sangat ketat melalui program BAKTI, pihaknya membangun layanan internet di 58 lokasi 3T, yakni di puskesmas Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, Bantaeng, Maros dan Kepulauan Selayar.
“Di Sulsel mayoritas karakteristik pelanggan saat ini sangat dinamis tidak mengacu hanya pada layanan data komunikasi dan intenet saja, namun lebih dari itu Lintasarta diharapkan memberikan dukungan one stop ICT solution. Sementara dominasi pelanggan terbanyak pada sektor pemerintahan dan perbankan,” jelasnya.
Pada 2021 ini, PT Lintasarta berkomitmen mendukung percepatan transformasi digital di pelanggan Lintasarta melalui solusi infrastruktur dan solusi Industri yang berikan kepada pelanggan.
“Juga hal yang penting adalah menjaga service excellence kepada pelanggan Lintasarta. Secara umum kita akan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dengan flexibilitas ICT solution. Lintasarta juga melakukan transformasi customer focus dengan menerapkan strategi key account management (KAM),” tuturnya.
Baca juga: Solusi ICT Bisa Perkuat Bisnis Industri Keuangan Non-Bank di Era New Normal
Dari sisi bisnis , PT Lintasarta mengalami pertumbuhan belanja connectivity di 2021 adalah 3% dan IT services adalah 19% hal ini mengacu kepada data IDC (lembaga riset),
“Alhamdulillah, Lintasarta mampu menjaga pertumbuhan diatas pertumbuhan pasar untuk kedua layanan tersebut,” pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :