Lebih dari 3 Dekade, Lintasarta Andal Beri Solusi ICT bagi Pemerintah Daerah
Rabu, 14 April 2021 - 21:29 WIB
loading...
A
A
A
“Ada juga ditempatkan di ruang pertemuan daripada Badan Litbang, yang jelas ruang-ruang yang sering dipakai termasuk di Bapeda, setiap hari ini rapat dalam rangka penyusunan dokumen perencanaan jangka pendek dan jangka panjang itu selalu kita butuh layanan internet yang lebih cepat,” paparnya.
Andalnya layanan ICT yang dihadirkan PT Lintasarta juga dirasakan salah seorang staf IT pada sebuah media penerbitan. Menurut Kalvin, sejak 2013 perusahaan tempatnya bekerja Media Nusantara Sulawesi (MNS) yang menaungi KORAN SINDO MAKASSAR memanfaatkan layanan tersebut.
“ PT Lintasarta dimanfaatkan untuk proses pengiriman data dari Japron ke percetakan, ke group-group MNC yang ada di nasional seperti KORAN SINDO dan memang sangat cepat teknologinya. Tak hanya itu, jika terjadi gangguang tim teknisnya sangat cepat respons jadi semuanya bisa diselesaikan dengan cepat,” ungkapnya.
Lintasarta Membangun Negeri Hingga ke Pelosok
Tak terasa sudah lebih dari 3 Dekade Lintasarta andil membangun negeri. Sejak hadir pada 1988, PT Lintasarta telah mencatatkan banyak milestone hingga saat ini untuk membangun negeri.
Pada dekade akhir tahun 1980-an Lintasarta didirikan untuk meng-online-kan perbankan di tanah air dengan membuat sistem laporan bulanan bank (LBB), sistem informasi kliring, sistem otorisasi untuk kartu kredit visa & master, serta meluncurkan layanan ATM bersama. Kemudian, pada dekade 1990-an, PT Lintasarta mulai meng-online-kan korporasi di Indonesia dengan menyelenggarakan layanan komunikasi data. Sehingga memudahkan kordinasi online antar cabang (peluncuran layanan VSAT, frame relay, internet).
Baca juga: Lintasarta Raih Penghargaan Secure SD-WAN Excellence Award
Tak berhenti sampai di situ saja, pada dekade 2000-aan, Lintasarta membentuk anak perusahaan PT Artajasa dengan solusi andalan ATM bersama. Di dekade ini Lintasarta juga meluncurkan teknologi komunikasi data VPN IP, internet broadband, dan mulai melakukan pengembangan fiber optik di kota-kota besar di tanah air.
Dan memasuki dekade 2011-2021, untuk mendukung layanan IT infrastruktur pelanggan, PT Lintasarta meluncurkan layanan data center (3 lokasi), cloud services, managed security, IT outsourcing. Di penghujung dekade ini juga Lintasarta meluncurkan berbagai solusi industri & aplikasi, serta meluncurkan unit bisnis baru Owlexa Healthcare.
Menurut Direktur Utama Lintasarta , Arya Damar, layanan services adalah urat nadi PT Lintasarta .
Dia membreakdown, yang utama di bisnis B2B adalah kepercayaan dari customer karena layanan ICT yang diberikan Lintasarta digunakan dalam menjalankan roda bisnis pelanggan.
“Bagaimana koneksi ICT digunakan untuk online antar cabang dan kantor pusat, bagaimana data center & cloud Lintasarta mendukung penggunaan data & aplikasi di pelanggan, bagaimana layanan security PT Lintasarta digunakan untuk menjaga keamanan data pelanggan dan lain-lain. Atas dasar itulah Lintasarta menjaga layanan 24 x 7, bahkan di beberapa pelanggan kita tempatkan helpdesk,” ujarnya.
Arya Damar menuturkan, komitmen perseroan terhadap layanan tersebut terus dilakukan dengan evaluasi berkala dan adanya penilaian khusus dari customer terhadap kepuasan layanan Lintasarta. Bahkan di masa pandemi nilai kepuasan layanan dari pelanggan malah meningkat. Ibaratnya dengan bergabung dengan Lintasarta, pelanggan bisa tidur dengan nyenyak karena Lintasarta yang menjaga performansi ICT pelanggan.
Baca juga: Lintasarta Smart Campus E-Learning Mudahkan Pembelajaran Jarak Jauh
“Selama lebih dari 3 dekade kami hadir membantu mengembangkan dunia industri di tanah air. Lintasarta melalui beberapa tantangan yang menyebabkan perusahaan ini semakin tangguh dan kokoh,” terangnya.
Tantangan tersebut antara lain krisis ekonomi di tahun 1997 & 2008, Lintasarta bisa survive dan tetap melayani berbagai korporasi di tanah air. Tantangan secara fisik yang dialami Lintasarta adalah berbagai kondisi bencana alam yang terjadi di tanah air, seperti tsunami di Aceh, Palu dan Banten, berbagai kondisi gempa bumi dan banjir.
Pada momentum tersebut, Lintasarta membantu pemulihan infrastruktur ICT di berbagai lokasi bencana tersebut dan membantu pemulihan ekonomi di lokasi bencana. Terakhir adalah kondisi pandemi Covid-19 yang melanda tanah air setahun terakhir, walaupun dalam kondisi pandemi tim operasional Lintasarta tetap melayani dunia usaha dengan protokol kesehatan. Bahkan hal-hal diatas ditandai dengan hasil survei kepuasan pelanggan yang meningkat atas kontribusi Lintasarta di masa-masa kritis pelanggan butuh dukungan Lintasarta hadir.
“Kami berkomitmen untuk menjaga misi kami untuk membuat bisnis pelanggan lebih mudah dan bernilai tambah melalui solusi ICT yang inovatif. Komitmen ini yang membuat kami selalu ada untuk pelanggan kami dalam kondisi apapun,” katanya.
Arya Damar mengungkapkan, selain membantu pelanggan korporasi di tanah air melalui solusi ICT dan pembangungan infrastruktur ICT di 200 kota di tanah air, Lintasarta juga ikut membantu BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Di mana penyediaan layanan telekomunikasi yang diberikan oleh pemerintah akan mendukung perluasan penetrasi ekonomi digital & merdeka sinyal bagi seluruh warga di daerah 3T.
Andalnya layanan ICT yang dihadirkan PT Lintasarta juga dirasakan salah seorang staf IT pada sebuah media penerbitan. Menurut Kalvin, sejak 2013 perusahaan tempatnya bekerja Media Nusantara Sulawesi (MNS) yang menaungi KORAN SINDO MAKASSAR memanfaatkan layanan tersebut.
“ PT Lintasarta dimanfaatkan untuk proses pengiriman data dari Japron ke percetakan, ke group-group MNC yang ada di nasional seperti KORAN SINDO dan memang sangat cepat teknologinya. Tak hanya itu, jika terjadi gangguang tim teknisnya sangat cepat respons jadi semuanya bisa diselesaikan dengan cepat,” ungkapnya.
Lintasarta Membangun Negeri Hingga ke Pelosok
Tak terasa sudah lebih dari 3 Dekade Lintasarta andil membangun negeri. Sejak hadir pada 1988, PT Lintasarta telah mencatatkan banyak milestone hingga saat ini untuk membangun negeri.
Pada dekade akhir tahun 1980-an Lintasarta didirikan untuk meng-online-kan perbankan di tanah air dengan membuat sistem laporan bulanan bank (LBB), sistem informasi kliring, sistem otorisasi untuk kartu kredit visa & master, serta meluncurkan layanan ATM bersama. Kemudian, pada dekade 1990-an, PT Lintasarta mulai meng-online-kan korporasi di Indonesia dengan menyelenggarakan layanan komunikasi data. Sehingga memudahkan kordinasi online antar cabang (peluncuran layanan VSAT, frame relay, internet).
Baca juga: Lintasarta Raih Penghargaan Secure SD-WAN Excellence Award
Tak berhenti sampai di situ saja, pada dekade 2000-aan, Lintasarta membentuk anak perusahaan PT Artajasa dengan solusi andalan ATM bersama. Di dekade ini Lintasarta juga meluncurkan teknologi komunikasi data VPN IP, internet broadband, dan mulai melakukan pengembangan fiber optik di kota-kota besar di tanah air.
Dan memasuki dekade 2011-2021, untuk mendukung layanan IT infrastruktur pelanggan, PT Lintasarta meluncurkan layanan data center (3 lokasi), cloud services, managed security, IT outsourcing. Di penghujung dekade ini juga Lintasarta meluncurkan berbagai solusi industri & aplikasi, serta meluncurkan unit bisnis baru Owlexa Healthcare.
Menurut Direktur Utama Lintasarta , Arya Damar, layanan services adalah urat nadi PT Lintasarta .
Dia membreakdown, yang utama di bisnis B2B adalah kepercayaan dari customer karena layanan ICT yang diberikan Lintasarta digunakan dalam menjalankan roda bisnis pelanggan.
“Bagaimana koneksi ICT digunakan untuk online antar cabang dan kantor pusat, bagaimana data center & cloud Lintasarta mendukung penggunaan data & aplikasi di pelanggan, bagaimana layanan security PT Lintasarta digunakan untuk menjaga keamanan data pelanggan dan lain-lain. Atas dasar itulah Lintasarta menjaga layanan 24 x 7, bahkan di beberapa pelanggan kita tempatkan helpdesk,” ujarnya.
Arya Damar menuturkan, komitmen perseroan terhadap layanan tersebut terus dilakukan dengan evaluasi berkala dan adanya penilaian khusus dari customer terhadap kepuasan layanan Lintasarta. Bahkan di masa pandemi nilai kepuasan layanan dari pelanggan malah meningkat. Ibaratnya dengan bergabung dengan Lintasarta, pelanggan bisa tidur dengan nyenyak karena Lintasarta yang menjaga performansi ICT pelanggan.
Baca juga: Lintasarta Smart Campus E-Learning Mudahkan Pembelajaran Jarak Jauh
“Selama lebih dari 3 dekade kami hadir membantu mengembangkan dunia industri di tanah air. Lintasarta melalui beberapa tantangan yang menyebabkan perusahaan ini semakin tangguh dan kokoh,” terangnya.
Tantangan tersebut antara lain krisis ekonomi di tahun 1997 & 2008, Lintasarta bisa survive dan tetap melayani berbagai korporasi di tanah air. Tantangan secara fisik yang dialami Lintasarta adalah berbagai kondisi bencana alam yang terjadi di tanah air, seperti tsunami di Aceh, Palu dan Banten, berbagai kondisi gempa bumi dan banjir.
Pada momentum tersebut, Lintasarta membantu pemulihan infrastruktur ICT di berbagai lokasi bencana tersebut dan membantu pemulihan ekonomi di lokasi bencana. Terakhir adalah kondisi pandemi Covid-19 yang melanda tanah air setahun terakhir, walaupun dalam kondisi pandemi tim operasional Lintasarta tetap melayani dunia usaha dengan protokol kesehatan. Bahkan hal-hal diatas ditandai dengan hasil survei kepuasan pelanggan yang meningkat atas kontribusi Lintasarta di masa-masa kritis pelanggan butuh dukungan Lintasarta hadir.
“Kami berkomitmen untuk menjaga misi kami untuk membuat bisnis pelanggan lebih mudah dan bernilai tambah melalui solusi ICT yang inovatif. Komitmen ini yang membuat kami selalu ada untuk pelanggan kami dalam kondisi apapun,” katanya.
Arya Damar mengungkapkan, selain membantu pelanggan korporasi di tanah air melalui solusi ICT dan pembangungan infrastruktur ICT di 200 kota di tanah air, Lintasarta juga ikut membantu BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Di mana penyediaan layanan telekomunikasi yang diberikan oleh pemerintah akan mendukung perluasan penetrasi ekonomi digital & merdeka sinyal bagi seluruh warga di daerah 3T.
Lihat Juga :