25 Sekolah di Maros Disiapkan untuk Pembelajaran Tatap Muka
Rabu, 14 April 2021 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Muh Takdir mengemukakan, untuk sekolah yang akan melakukan pembelajaran tatap muka, harus memenuhi sejumlah prosedur yang ditetapkan tim gugus Covid-19 dan Ikatan Guru Indonesia (IDI). Tak hanya itu, untuk membuka sekolah , nantinya tim Gugus Covid-19, aparat hukum akan mengunjungi dan memantau sekolah secara langsung.
"Untuk sekolah yang akan melakukan pembelajaran tatap muka harus ada juknisnya. Jika sanggup memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan, maka sudah bisa menggelar pembelajaran tatap muka secara langsung," ungkapnya.
Takdir juga mengungkapkan, untuk langkah awal pelaksanaan sekolah tatap muka , akan dilakukan secara bertahap. "Jadi dari 4 kecamatan yang ditargetkan, tidak semua sekolah yang ada di kecamatan itu langsung menggelar sekolah tatap muka. Tapi cuma sebagian saja," beber Takdir diakhir wawancaranya.
Baca Juga: 3.322 Imam Masjid dan Lansia di Kabupaten Maros Sudah Divaksin
Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari menuturkan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka untuk siswa di Maros memang sudah sangat dirindukan. Meski begitu tetap harus melalui proses yang ketat. Jangan sampai kata dia pembejaran tatap muka ini membuat kluster baru. Guru-gurunya juga sudah menjalani vaksinasi, jumlah siswa dibatasi yang hadir di sekolah.
"Untuk sekolah yang akan melakukan pembelajaran tatap muka harus ada juknisnya. Jika sanggup memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan, maka sudah bisa menggelar pembelajaran tatap muka secara langsung," ungkapnya.
Takdir juga mengungkapkan, untuk langkah awal pelaksanaan sekolah tatap muka , akan dilakukan secara bertahap. "Jadi dari 4 kecamatan yang ditargetkan, tidak semua sekolah yang ada di kecamatan itu langsung menggelar sekolah tatap muka. Tapi cuma sebagian saja," beber Takdir diakhir wawancaranya.
Baca Juga: 3.322 Imam Masjid dan Lansia di Kabupaten Maros Sudah Divaksin
Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari menuturkan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka untuk siswa di Maros memang sudah sangat dirindukan. Meski begitu tetap harus melalui proses yang ketat. Jangan sampai kata dia pembejaran tatap muka ini membuat kluster baru. Guru-gurunya juga sudah menjalani vaksinasi, jumlah siswa dibatasi yang hadir di sekolah.
(agn)
Lihat Juga :