Napi Meninggal di Rutan, Polda Kepri: Ada Tanda-tanda Kekerasan
Rabu, 14 April 2021 - 05:57 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, hal tersebut sah-sah saja, karena pihak keluarga merasa ada kejanggalan. Pihak Rutan pun dikatakannya telah menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan sesuai aturan tentang kemasyarakatan warga binaan Rutan.
"Dalam hal ini, Rutan telah taat hukum dan taat azas kemanusiaan. Karena setiap napi yang sedang menjalani pembinaan di Rutan, apabila mengalami sakit wajib mendapat perawatan medis. Seandainya meningal dunia, perlu penanganan hukum yang jelas dan mendalam, untuk insiden ini kami menghormati langkah pihak keluarga yang akan menempuh jalur hukum," pungkasnya. Baca juga: Sadis, Pemuda Ini Tega Tikam Leher IRT di Lutra Hingga Tewas Gegara Tersinggung
Sementara itu, pihak keluarga korban mengaku tak terima dan menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan atas apa yang menimpa korban. Kuasa Hukum korban Natalis Zega mengatakan, keluarga merasa ada kejanggalan pada kematian korban. "Dari hasil visum yang dilakukan oleh tim medis diketahui ada sejumlah lebam ditubuh korban. Pihak Rutan menyatakan korban meninggal karena sakit maag dan itu dibantah oleh keluarga," katanya.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Kepri Kombes Pol dr Muhammad Haris mengatakan, berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan diketahui ada tanda-tanda kekerasan terhadap Siprianus. "Luka dilehernya itu seperti ada tanda-tanda kekerasan," ujarnya, Selasa (13/4/21) malam.
Haris juga mengatakan, bahwasanya korban juga memiliki penyakit bawaan. Namun, penyakit bawaannya ini yakni paru-paru dan ginjal. "Ada penyakit bawaannya juga yang bersangkutan ini," pungkasnya.
"Dalam hal ini, Rutan telah taat hukum dan taat azas kemanusiaan. Karena setiap napi yang sedang menjalani pembinaan di Rutan, apabila mengalami sakit wajib mendapat perawatan medis. Seandainya meningal dunia, perlu penanganan hukum yang jelas dan mendalam, untuk insiden ini kami menghormati langkah pihak keluarga yang akan menempuh jalur hukum," pungkasnya. Baca juga: Sadis, Pemuda Ini Tega Tikam Leher IRT di Lutra Hingga Tewas Gegara Tersinggung
Sementara itu, pihak keluarga korban mengaku tak terima dan menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan atas apa yang menimpa korban. Kuasa Hukum korban Natalis Zega mengatakan, keluarga merasa ada kejanggalan pada kematian korban. "Dari hasil visum yang dilakukan oleh tim medis diketahui ada sejumlah lebam ditubuh korban. Pihak Rutan menyatakan korban meninggal karena sakit maag dan itu dibantah oleh keluarga," katanya.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Kepri Kombes Pol dr Muhammad Haris mengatakan, berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan diketahui ada tanda-tanda kekerasan terhadap Siprianus. "Luka dilehernya itu seperti ada tanda-tanda kekerasan," ujarnya, Selasa (13/4/21) malam.
Haris juga mengatakan, bahwasanya korban juga memiliki penyakit bawaan. Namun, penyakit bawaannya ini yakni paru-paru dan ginjal. "Ada penyakit bawaannya juga yang bersangkutan ini," pungkasnya.
(don)
Lihat Juga :