Khofifah Targetkan Perbaikan Rumah Warga Terdampak Gempa Bumi Tuntas 2 Bulan
Selasa, 13 April 2021 - 13:56 WIB
loading...
A
A
A
“Format data ini akan kita pastikan lebih detail lagi dengan validasi data, yang dikoordinasikan para bupati. Dan di lini paling bawah oleh kepala desa, babinsa bhabinkamtibmas dan relawan,” katanya.
Baca juga: Tragis! Merasa Gagal Bahagiakan Istri, Warga Blitar Pilih Mati Tenggak Racun
Lebih jauh Khofifah meminta berbagai pihak bersinergi untuk segera melakukan percepatan penanganan dampak gempa. Termasuk recovery dan rekonstruksi untuk penanganan pasca gempa. Dimana, sinergitas ini mencakup pemerintah provinsi, aparat TNI/Polri, Satgas Bencana BUMN, serta pemerintah daerah terdampak hingga di level desa dan kelurahan. “Tentunya, dengan dukungan dari pemerintah pusat,” terangnya.
Terkait pelibatan anggota TNI dan Polri dalam proses recovery dan rekonstruksi, Khofifah menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pangdam V/Brawijaya dan Kapolda Jatim untuk memastikan SDM yang membantu percepatan pembangunan rumah yang terdampak. “Untuk kategori rumah yang rusak berat, bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp50 juta, di luar biaya pembangunan. Sedangkan untuk pembenahan fasilitas umum dan fasilitas sosial akan ditangani oleh PUPR,” pungkas Khofifah.
Sementara itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menyampaikan,data kerusakan akibat gempa di Lumajang yaitu sebanyak 1.270 rumah mengalami rusak berat dan rusak ringan. Namun saat ini, fokus utamanya adalah memastikan semua kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi dan ada tempat yang layak bagi mereka untuk beristirahat. “Kami akan melakukan langkah-langkah prioritas diantaranya mengklasifikasi kecamatan yang terdampak paling parah,” ujarnya.
Baca juga: Tragis! Merasa Gagal Bahagiakan Istri, Warga Blitar Pilih Mati Tenggak Racun
Lebih jauh Khofifah meminta berbagai pihak bersinergi untuk segera melakukan percepatan penanganan dampak gempa. Termasuk recovery dan rekonstruksi untuk penanganan pasca gempa. Dimana, sinergitas ini mencakup pemerintah provinsi, aparat TNI/Polri, Satgas Bencana BUMN, serta pemerintah daerah terdampak hingga di level desa dan kelurahan. “Tentunya, dengan dukungan dari pemerintah pusat,” terangnya.
Terkait pelibatan anggota TNI dan Polri dalam proses recovery dan rekonstruksi, Khofifah menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pangdam V/Brawijaya dan Kapolda Jatim untuk memastikan SDM yang membantu percepatan pembangunan rumah yang terdampak. “Untuk kategori rumah yang rusak berat, bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp50 juta, di luar biaya pembangunan. Sedangkan untuk pembenahan fasilitas umum dan fasilitas sosial akan ditangani oleh PUPR,” pungkas Khofifah.
Sementara itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menyampaikan,data kerusakan akibat gempa di Lumajang yaitu sebanyak 1.270 rumah mengalami rusak berat dan rusak ringan. Namun saat ini, fokus utamanya adalah memastikan semua kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi dan ada tempat yang layak bagi mereka untuk beristirahat. “Kami akan melakukan langkah-langkah prioritas diantaranya mengklasifikasi kecamatan yang terdampak paling parah,” ujarnya.
(msd)
Lihat Juga :