Permintaan Tinggi, IKM Butuh Kuota Khusus Gula Rafinasi 300 Ribu Ton

Jum'at, 09 April 2021 - 13:22 WIB
loading...
Permintaan Tinggi, IKM...
Edukasi dan Sosialiasi AGRI Ngobrol Bareng dengan Koperasi dan IKM yang digelar AGRI di Hotel Mercure Bandung City Center, Kota Bandung, Jumat (9/4/2021). Foto/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Pemerintah diminta memberikan kuota khusus gula kristal rafinasi untuk memenuhi kebutuhan para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang cenderung terus meningkat.

Permintaan tersebut mengemuka di sela kegiatan Edukasi dan Sosialisasi bertema "AGRI Ngobrol Bareng dengan Koperasi dan IKM" yang digelar Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) di Hotel Mercure Bandung City Center, Kota Bandung, Jumat (9/4/2021).

Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Gula Kristal Rafinasi, Muhammad Yamin, kuota khusus gula kristal rafinasi bagi IKM akan memudahkan para pelaku IKM mendapatkan gula kristal rafinasi untuk mendukung kegiatan produksinya.

Dia menjelaskan, total kuota nasional gula kristal rafinasi bagi para pelaku industri yang ditetapkan pemerintah saat ini mencapai 3,2 juta ton. Namun, penetapan kuota tersebut berdasarkan data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI).

"Kuota itu belum (termasuk) IKM, nah IKM susah. Nah, karena itulah saya mengusulkan supaya pemerintah memberikan kuota kepada IKM," ujar Yamin.

Dia menerangkan, selama ini, IKM memanfaatkan sebagian kecil dari total kuota gula kristal rafinasi tersebut yang diperoleh melalui koperasi-koperasi dan hanya IKM anggota koperasi saja yang dapat menikmati gula kristal rafinasi.

"Jadi, jika permintaan industri besar, IKM tidak terlayani. Kalau ada kuota khusus kan lebih enak lagi, jadi terjamin lah," imbuhnya.

Dengan hadirnya kuota khusus gula kristal rafinasi bagi IKM, tambah Yamin, maka akan semakin banyak IKM yang dapat menikmati gula kristal rafinasi. Terlebih, pertumbuhan IKM pascapandemi COVID-19 terus menunjukkan peningkatan.

"Ya, paling tidak (kuota khusus gula radiasi IKM) 300.000 ton untuk seluruh Indonesia," sebutnya.

Meski begitu, Yamin memastikan bahwa stok gula kristal rafinasi untuk tahun ini, termasuk menjelang Lebaran 2021 aman. Bahkan, kata Yamin, di semester I 2021 saja, stok gula rafinasi sudah mencapai 1,9 juta ton.

"Meskipun tidak setinggi sebelum pandemi yang mencapai 7-8 persen, permintaan gula rafinasi tetap tumbuh meski hanya 3-4 persen. Tapi yang penting, sudah ada sugar row (gula rafinasi), jadi stok aman," tandasnya.

Senada dengan Yamin, Pimpinan Koperasi Bina Usaha Mandiri Indonesia (BUMI), Hely Herlina Ayudya berharap, meningkatnya permintaan gula kristal rafinasi dari para pelaku IKM haruslah dibarengi dengan ketersediaan gula kristal rafinasi, sehingga produksi IKM dapat tumbuh berkesinambungan.

"Koperasi BUMI sendiri memiliki anggota 360 IKM di Jabar dengan kebutuhan gula rafinasi sekitar 5.500 ton per bulan. Meski pendaki, IKM tetap optimistis karena selama ada bahan baku, IKM akan terus berproduksi," katanya.

Baca juga: Potensi Desa Besar, Pemberdayaan BUMDes Perlu Dukungan

Masih di tempat yang sama, Direktur Eksekutif AGRI, Gloria Guida Manalu menyatakan, AGRI berkomitmen untuk terus mendukung IKM, khususnya yang bergerak di sektor makanan dan minuman dalam hal penyediaan gula kristal rafinasi melalui koperasi, agar IKM dapat terus tumbuh setiap tahunnya sejalan dengan fokus kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Dirut Pos Indonesia Raih CEO BUMN Terbaik Driving Transformation 2021

"Selain sebagai forum diskusi, kegiatan rutin tahunan ini menjadi ajang silaturahmi pemangku kepentingan, baik produsen gula kristal rafinasi, koperasi penyalur, maupun IKM pengguna gula kristal rafinasi," katanya.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengembangan Pendidikan...
Pengembangan Pendidikan dan Usaha Gula Semut di Kampung Berseri Tabek Talang Babungo
Jaga Stabilitas Harga,...
Jaga Stabilitas Harga, Gerakan Pangan Murah Serentak Digelar di Papua
Wapres Gibran Tinjau...
Wapres Gibran Tinjau Panen Raya Tebu dan Program Swasembada Gula di Banyuwangi
Ekspor Gula Semut Banyumas,...
Ekspor Gula Semut Banyumas, GP Ansor Optimalkan Patriot Ketahanan Pangan
Curi 1,7 Ton Gula Rafinasi,...
Curi 1,7 Ton Gula Rafinasi, Komplotan Bajing Loncat di Cilegon Diringkus Polisi
Gubernur Khofifah Apresiasi...
Gubernur Khofifah Apresiasi Inovasi Gapoktan Tebu Inti Rosan Tulungagung Jadi Referensi Industri Gula Nasional
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Gula Berlebihan pada Anak, Bisa Turunkan Kecerdasan
Rekomendasi
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Portugal vs Uzbekistan:...
Portugal vs Uzbekistan: Saatnya Ronaldo Menjawab Keraguan
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
Berita Terkini
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
8 Fakta Kasus Penyekapan...
8 Fakta Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat, Korban Hilang Sejak 3 Tahun Lalu
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Infografis
5 Bahaya Kelebihan Karbohidrat,...
5 Bahaya Kelebihan Karbohidrat, Bisa Sebabkan Gula Darah Tinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved