Permintaan Tinggi, IKM Butuh Kuota Khusus Gula Rafinasi 300 Ribu Ton

loading...
Permintaan Tinggi, IKM Butuh Kuota Khusus Gula Rafinasi 300 Ribu Ton
Edukasi dan Sosialiasi "AGRI Ngobrol Bareng dengan Koperasi dan IKM" yang digelar AGRI di Hotel Mercure Bandung City Center, Kota Bandung, Jumat (9/4/2021). Foto/Agung Bakti Sarasa
BANDUNG - Pemerintah diminta memberikan kuota khusus gula kristal rafinasi untuk memenuhi kebutuhan para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang cenderung terus meningkat.

Permintaan tersebut mengemuka di sela kegiatan Edukasi dan Sosialisasi bertema "AGRI Ngobrol Bareng dengan Koperasi dan IKM" yang digelar Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) di Hotel Mercure Bandung City Center, Kota Bandung, Jumat (9/4/2021).

Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Gula Kristal Rafinasi, Muhammad Yamin, kuota khusus gula kristal rafinasi bagi IKM akan memudahkan para pelaku IKM mendapatkan gula kristal rafinasi untuk mendukung kegiatan produksinya.

Dia menjelaskan, total kuota nasional gula kristal rafinasi bagi para pelaku industri yang ditetapkan pemerintah saat ini mencapai 3,2 juta ton. Namun, penetapan kuota tersebut berdasarkan data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI).

"Kuota itu belum (termasuk) IKM, nah IKM susah. Nah, karena itulah saya mengusulkan supaya pemerintah memberikan kuota kepada IKM," ujar Yamin.



Dia menerangkan, selama ini, IKM memanfaatkan sebagian kecil dari total kuota gula kristal rafinasi tersebut yang diperoleh melalui koperasi-koperasi dan hanya IKM anggota koperasi saja yang dapat menikmati gula kristal rafinasi.

"Jadi, jika permintaan industri besar, IKM tidak terlayani. Kalau ada kuota khusus kan lebih enak lagi, jadi terjamin lah," imbuhnya.

Dengan hadirnya kuota khusus gula kristal rafinasi bagi IKM, tambah Yamin, maka akan semakin banyak IKM yang dapat menikmati gula kristal rafinasi. Terlebih, pertumbuhan IKM pascapandemi COVID-19 terus menunjukkan peningkatan.

"Ya, paling tidak (kuota khusus gula radiasi IKM) 300.000 ton untuk seluruh Indonesia," sebutnya.

Meski begitu, Yamin memastikan bahwa stok gula kristal rafinasi untuk tahun ini, termasuk menjelang Lebaran 2021 aman. Bahkan, kata Yamin, di semester I 2021 saja, stok gula rafinasi sudah mencapai 1,9 juta ton.



"Meskipun tidak setinggi sebelum pandemi yang mencapai 7-8 persen, permintaan gula rafinasi tetap tumbuh meski hanya 3-4 persen. Tapi yang penting, sudah ada sugar row (gula rafinasi), jadi stok aman," tandasnya.

Senada dengan Yamin, Pimpinan Koperasi Bina Usaha Mandiri Indonesia (BUMI), Hely Herlina Ayudya berharap, meningkatnya permintaan gula kristal rafinasi dari para pelaku IKM haruslah dibarengi dengan ketersediaan gula kristal rafinasi, sehingga produksi IKM dapat tumbuh berkesinambungan.

"Koperasi BUMI sendiri memiliki anggota 360 IKM di Jabar dengan kebutuhan gula rafinasi sekitar 5.500 ton per bulan. Meski pendaki, IKM tetap optimistis karena selama ada bahan baku, IKM akan terus berproduksi," katanya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top