Pengamat Soroti Penggunaan Anggaran Makassar Recover untuk GeNose, Ini Alasannya
Kamis, 08 April 2021 - 10:38 WIB
loading...
A
A
A
Alhasil, pelaksanaan GeNose tersebut akan menelan anggaran hingga Rp30,3 miliar. Meski membutuhkan anggaran yang besar, rupanya efektivitas GeNose masih diperdebatkan.
Pengamat Sosiologi Politik Universitas Hasanuddin ( Unhas ), Sawedi Muhammad menilai, semestinya pemerintah memberlakukan belanja barang terhadap alat-alat yang benar-benar sudah teruji. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan agar risiko buang-buang anggaran tidak terjadi.
Baca Juga: Dorong Transparansi Vaksinasi COVID-19, Ombudsman: Menghindari Kecemburuan Masyarakat
"GeNose ini masih kontroversi. Alat ini baru sebatas klaim dari penelitinya, dan belum teruji validasinya atau triangulasi dari validitas atau efektivitas dan efisiensinya," sebut Sawedi.
Sebagai contoh, alat GeNose dilaporkan tidak efektif bagi perokok. Adapun bagi yang sedang melakukan traveling, perlu jeda waktu dan berpuasa sebelum dilakukan pengujian. "Jadi sebenarnya tidak begitu efektif," lanjut Sawedi lagi.
Pengamat Sosiologi Politik Universitas Hasanuddin ( Unhas ), Sawedi Muhammad menilai, semestinya pemerintah memberlakukan belanja barang terhadap alat-alat yang benar-benar sudah teruji. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan agar risiko buang-buang anggaran tidak terjadi.
Baca Juga: Dorong Transparansi Vaksinasi COVID-19, Ombudsman: Menghindari Kecemburuan Masyarakat
"GeNose ini masih kontroversi. Alat ini baru sebatas klaim dari penelitinya, dan belum teruji validasinya atau triangulasi dari validitas atau efektivitas dan efisiensinya," sebut Sawedi.
Sebagai contoh, alat GeNose dilaporkan tidak efektif bagi perokok. Adapun bagi yang sedang melakukan traveling, perlu jeda waktu dan berpuasa sebelum dilakukan pengujian. "Jadi sebenarnya tidak begitu efektif," lanjut Sawedi lagi.
Lihat Juga :