Banjir Bandang di Adonara NTT, Ratusan Rumah Hancur dan 4 Kecamatan Terisolir
Selasa, 06 April 2021 - 09:39 WIB
loading...
Petugas gabungan bersama warga melakukan evakuasi terhadap jenazah korban banjir bandang di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT. Foto/iNews TV/Joni Nura
A
A
A
FLORES TIMUR - Ratusan rumah warga hancur akibat banjir bandang yang menerjang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021) dini hari. Warga di lokasi bencana sangat membutuhkan bantuan, karena akses jalan terputus total.
Baca juga: 4 Hercules Dari Malang Disiagakan Mengangkut Bantuan Kemanusiaan ke NTT
Salah satu warga Desa Waiburak, Anton Dias mengaku, rumahnya hancur disapu banjir bandang . "Warga di desa kami tujuh orang meninggal dunia, dan yang lainnya masih hilang," ungkapnya.
Sementara dalam siaran pers tertulisnya, BNPB menyebutkan, cuaca ekstrem dampak siklon tropis Seroja, masih berpotensi terjadi di kawasan NTT dalam beberapa hari ke depan. Beberapa bencana yang terjadi akhir pekan lalu memicu pengungsian lebih dari 8.000 warga setempat.
Baca juga: Tangis Pecah di Ponorogo, Ayah dan Anak Meninggal Akibat COVID-19 Dimakamkan Satu Liang
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengungkapkan, berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB hingga Senin (5/4/2021) malam pukul 23.00 WIB sebanyak 2.019 kepala keluarga atau 8.424 warga mengungsi , serta 1.083 kepala keluarga atau 2.683 warga lainnya terdampak.
Baca juga: 4 Hercules Dari Malang Disiagakan Mengangkut Bantuan Kemanusiaan ke NTT
Salah satu warga Desa Waiburak, Anton Dias mengaku, rumahnya hancur disapu banjir bandang . "Warga di desa kami tujuh orang meninggal dunia, dan yang lainnya masih hilang," ungkapnya.
Sementara dalam siaran pers tertulisnya, BNPB menyebutkan, cuaca ekstrem dampak siklon tropis Seroja, masih berpotensi terjadi di kawasan NTT dalam beberapa hari ke depan. Beberapa bencana yang terjadi akhir pekan lalu memicu pengungsian lebih dari 8.000 warga setempat.
Baca juga: Tangis Pecah di Ponorogo, Ayah dan Anak Meninggal Akibat COVID-19 Dimakamkan Satu Liang
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengungkapkan, berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB hingga Senin (5/4/2021) malam pukul 23.00 WIB sebanyak 2.019 kepala keluarga atau 8.424 warga mengungsi , serta 1.083 kepala keluarga atau 2.683 warga lainnya terdampak.
Lihat Juga :