Tangis Wasito Pecah, Putranya yang Masih SMP Selamat Dari Tabrakan Kapal di Laut Indramayu

Minggu, 04 April 2021 - 17:03 WIB
loading...
Tangis Wasito Pecah,...
Wasito (45), ayah Eriyanto (16), korban selamatn tabrakan kapal Barokah Jaya dengan Habco Pioneer. Foto/iNews/Fathnur Rohman
A A A
INDRAMAYU - Air mata bahagia dan rasa syukur tidak henti-hentinya diucapkan Wasito (45), warga Desa Eretan Wetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, saat mengetahui kabar anaknya yang bernama Eriyanto (16), masuk dalam daftar korban selamat insiden tabrakan kapal Barokah Jaya , dengan Habco Pioneer.

Baca juga: Tangis Pecah Saat Keluarga ABK MV Barokah Jaya Mendatangi Polairud

Sosok Eriyanto di mata Wasito adalah anak yang bertanggung jawab . Sebab, uang Eriyanto dari hasil melaut semuanya diberikan kepada Wasito dan ibunya, yakni Nurwaeni (40).



Rasa penyesalan sempat muncul dalam benak Wasito, saat pertama kali mendengar kabar kapal Barokah Jaya mengalami kecelakaan. Namun, ia mengaku bersyukur anak keduanya ini tak mengalami nasib seperti kakaknya, yang meninggal dunia karena pergi melaut.

Baca juga: Asyik Berhubungan Seks di Hotel, 5 Pasangan Bukan Suami Istri Diciduk Petugas Gabungan

"Sekitar jam 17.00 WIB, waktunya merapikan jaring terus berlayar. Anak baru dua kali. Yang minggu lalu sama saya. Tapi karena saya sedang ada sangkutan utang dengan orang lain jadi saya ikut orang lain," kata Wasito, Minggu (4/4/2021).

Sebelum pergi, Eriyanto sempat menitipkan pesan kepada Wasito agar menjaga ibunya yang kondisi kesehatannya menurun. Sebetulnya, Wasito tidak tega melihat anaknya pergi melaut bersama ABK lain di kapal Barokah Jaya.

Akan tetapi, karena desakan ekonomi, Wasito tidak bisa melarang Eriyanto pergi melaut . Saat ini ia berharap agar Eriyanto dapat kembali dengan selamat. "Eriyanto bagian belajar aja. Inginnya sih jangan melaut. Pertama lingkungan dan kedua ekonomi. Anak juga sekolah belum selesai. Bagaimana pun kalau belum ada anak di sini, perasaan saya masih tanda tanya," ujar Wasito.

Baca juga: Tabrak Truk dengan Kecepatan Tinggi, Anggota Polres Batubara Tewas

Hingga kini, ia dan Nurwaeni masih setia menunggu kedatangan Eriyanto dari kapal KN 103 Wisnu di perairan Indramayu . Hal senada juga disampaikan Nurwaeni. Nurwaeni sendiri mengaku sangat trauma setelah mendengar kabar insiden itu.

Rasa was-was muncul dalam hati Nurwaeni, karena takut anak keduanya itu mengalami hal-hal yang tak diinginkan. "Saya kaget. Badan saya geter, karena dengar kapal Barokah Jaya kecelakaan. Sebelumnya dia pamit ke bapakny, suruh jaga saya. Saya lagi sakit," kata Nurwaeni.

Menurut Nurwaeni, Eriyanto sudah dua kali pergi melaut untuk mencari ikan . Biasanya dalam sekali melaut dengan kurun waktu sekitar 10 hari, anak keduanya itu bisa mendapat penghasilan Rp200 ribu.

Baca juga: Sumba Timur Gempar, Bendung Kambaniru Patah Warga Panik Berlarian Mengungsi

Uang yang didapat Eriyanto ini, lanjutnya, digunakan untuk membantu perekonomian keluarganya. Nurwaeni sendiri tidak ingin kejadian buruk menimpa Eriyanto. Sebab, sebelumnya anak pertamanya atau kakak dari Eriyanto, mengalami kecelakaan di laut dan meninggal dunia. "Dia masih SMP. Saya takut. Kakak pertamanya juga meninggal dunia karena kecelakaan di laut," ujarnya.

Saat ini, Nurwaeni ingin segera bertemu dengan Eriyanto. Ia merasa bersyukur karena anaknya selamat dari insiden tabrakan kapal itu. "Kalau mau ngelarang juga gak bisa. Dia kekeh mau melaut. Kalau pulang, semua uangnya dikasih ke saya, dia gak megang sama sekali. Saya bersyukur dia selamat," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indramayu Masuk Top...
Indramayu Masuk Top 5 Kinerja Terbaik Daerah Se-Indonesia, Bupati Lucky: Alhamdulillah
7 Awak Kapal Gandha...
7 Awak Kapal Gandha Nusantara 17 Ditemukan Selamat
Kapal Gandha Nusantara...
Kapal Gandha Nusantara 17 Tenggelam, 7 Orang Hilang
Tim SAR Gabungan Tutup...
Tim SAR Gabungan Tutup Operasi Pencarian Korban KM Putri Sakinah
3 Jasad Turis Spanyol...
3 Jasad Turis Spanyol Korban Tenggelamnya KM Putri Sakinah Ditemukan di Labuan Bajo
1 Jenazah WNA Spanyol...
1 Jenazah WNA Spanyol Korban KM Putri Sakinah di Labuan Bajo Ditemukan
Prihatin Kapal TKI Ilegal...
Prihatin Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Malaysia, DPR: Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM
KBRI Kuala Lumpur Pantau...
KBRI Kuala Lumpur Pantau Pencarian 14 WNI Korban Kecelakaan Kapal di Malaysia
Kapal Migran Tenggelam...
Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Malaysia, 14 Orang Hilang
Rekomendasi
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved