Selama Maret 2021, Daya Beli Petani Jawa Timur Menurun

Sabtu, 03 April 2021 - 07:46 WIB
loading...
Selama Maret 2021, Daya...
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur bulan Maret 2021 turun 1,19%, dari 100,38 menjadi 99,19. Foto SINDOnews
A A A
SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur bulan Maret 2021 turun 1,19%. Dari 100,38 menjadi 99,19. Penurunan NTP ini disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) turun 0,90%. Sdangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik 0,29%.

Pada bulan Maret 2021, tiga subsektor pertanian mengalami penurunan NTP. Sementara dua subsektor mengalami kenaikan. Subsektor yang mengalami penurunan NTP terbesar terjadi pada subsektor Tanaman Pangan, yakni 2,76%. Dari 101,00 menjadi 98,21. Baca juga: Derita Sektor Perhotelan Belum Berakhir, Okupansi hanya 32,40%

Diikuti subsektor Perikanan sebesar 0,92% dari 100,08 menjadi 99,17 dan subsektor Peternakan sebesar 0,22% dari 98,33 menjadi 98,11. Subsektor yang mengalami kenaikan NTP adalah subsektor Hortikultura sebesar 3,17%. Dari 103,31 menjadi 106,59. “Diikuti subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,56%. Dari 98,46 menjadi 99,01,” kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Jatim, Umar Sjaifudin dalam rilisnya, Sabtu (3/4/2021).

Jika dibandingkan dengan bulan Maret 2020, perkembangan NTP bulan Maret 2021 (year-on-year/yoy) mengalami penurunan sebesar 2,25%. “Sedangkan perkembangan NTP bulan Maret 2021 dibandingkan bulan Desember 2020 (tahun kalender) mengalami penurunan sebesar 1,60%,” ujar Umar.

Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima petani bulan Maret 2021 adalah cabai rawit, bawang merah, jagung, sapi potong, tebu, kacang tanah, ayam ras pedaging, ketela pohon, sapi perah dan cengkeh.Sedangkan sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima petani adalah gabah, telur ayam ras, jeruk, buncis, kol/kubis, kacang panjang, ketimun, telur burung puyuh, wortel dan ikan kembung.

Indeks harga yang dibayar petani terdiri dari dua golongan. Yakni golongan konsumsi rumah tangga dan golongan biaya produksi dan pembentukan barang modal (BPPBM). Golongan konsumsi rumah tangga dibagi menjadi kelompok makanan dan kelompok non makanan. Pada bulan Maret 2021, indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,29% dibanding bulan Februari 2021. Baca juga:Dampak Covid-19 Masih Terasa, Inflasi Januari 0,26 Persen

Yaitu dari 108,21 menjadi 108,53. Kenaikan indeks ini disebabkan karena indeks harga konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan sebesar 0,32%. Dari 107,96 pada bulan Februari 2021 menjadi 108,31 dan BPPBM naik sebesar 0,24% dari 108,42 menjadi 108,68.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Transparansi...
Dorong Transparansi Pendanaan NGO, Mahasiswa Jatim Minta Negara Perkuat Pengawasan
Tumbuh 5,37 Persen,...
Tumbuh 5,37 Persen, Akademisi Sebut Ekonomi Banten 2025 Tertinggi Pascapandemi
ESQ Raih Penghargaan...
ESQ Raih Penghargaan atas Inovasi Pemetaan Talenta ASN Terbanyak dan Termodern Berbasis AI di Jawa Timur
2 Dosen di Jawa Timur...
2 Dosen di Jawa Timur Ajari Ibu Rumah Tangga di Dukuh Setro Buat Minuman Herbal
Survei ARCI: 75,5% Warga...
Survei ARCI: 75,5% Warga Jawa Timur Puas Kebijakan Energi Prabowo–Gibran
Gempa M5,7 Guncang Banyuwangi
Gempa M5,7 Guncang Banyuwangi
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
Rekomendasi
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Mobil Listrik Luce Picu...
Mobil Listrik Luce Picu Kontroversi, Ferrari Dijatuhkan Denda
Berita Terkini
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Infografis
YouTuber Dunia Berpendapatan...
YouTuber Dunia Berpendapatan Terbesar Selama Tahun 2021
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved