Kisah Maling Aguno, Si Pencuri Sakti Berhati Budiman yang Selalu Membikin Resah Orang-orang Kaya
Sabtu, 03 April 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Padang Gempar, Pekerja Servis Ponsel Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Luka Gorok
"Aguno sendiri memiliki arti yang berguna," kata Tatok memberi tafsir otak-atik gathuk. Bagi orang-orang kaya (Saat ini berada di wilayah Blitar), sepak terjang Maling Aguno tidak hanya meresahkan. Tapi juga menakutkan. Maling Aguno konon juga bisa masuk ke dalam batang pohon pisang.
Saat dikejar-kejar ia bisa bergerak cepat yang seolah menghilang. Namun dalam kondisi terjepit, Maling Aguno tidak jarang melawan para pengejarnya. Pasalnya, ia memiliki pukulan mematikan sekaligus tubuh yang tidak bisa dilukai senjata tajam.
Tatok belum bisa memastikan, Maling Aguno hidup di masa apa. Ada versi yang menyebut, masa Kerajaan Singasari. Karenanya yang ia satroni para penggede kerajaan, bangsawan dan para orang kaya di masa itu. Versi lain mengatakan, di masa Kerajaan Mataram Islam awal.
Baca juga: Kisah Tongggak Kayu Jati Penyangga Benteng Pendem, Diguncang Gempa Tetap Utuh
Bahkan ada yang menyebut, sebelum menyerang Kerajaan Mataram yang dirajai Amangkurat I (1677), Trunojoyo konon lebih dulu berdoa di makam Maling Aguno . Serangan Raden Trunojoyo atau Panembahan Maduretno dari Madura, mengakibatkan Amangkurat I keluar Istana.
Bahkan putra Sultan Agung tersebut tewas dalam pelarian. "Ada yang mengatakan, saat pasukannya bermarkas di Kediri, Trunojoyo sempat berdoa di makam Maling Aguno," kata Tatok. Lalu seperti apa sosok Maling Aguno ? Tatok tidak bisa memastikan.
Sumber-sumber tertulis yang ia kumpulkan terbatas jumlahnya, dan tidak ada menyebut jelas seperti apa sosok laki-laki pencuri budiman tersebut. Namun dari penerawangan mata batin yang pernah dilakukan bersama teman-temannya di makam Maling Aguno , kata Tatok, mereka melihat sosok laki-laki berperawakan tinggi besar.
Baca juga: Bandar Laut Besar Itu Bernama Pasuruan
Meski demikian tindak tanduknya santun. Bagi Tatok, di setiap zaman di mana penindasan dan ketidakadilan merajalela, kehadiran tokoh semacam Maling Aguno dibutuhkan. "Dari penerawangan mata batin baju yang dikenakan Maling Aguno katanya seperti penampilan laki-laki dari tanah Melayu," pungkasnya.
"Aguno sendiri memiliki arti yang berguna," kata Tatok memberi tafsir otak-atik gathuk. Bagi orang-orang kaya (Saat ini berada di wilayah Blitar), sepak terjang Maling Aguno tidak hanya meresahkan. Tapi juga menakutkan. Maling Aguno konon juga bisa masuk ke dalam batang pohon pisang.
Saat dikejar-kejar ia bisa bergerak cepat yang seolah menghilang. Namun dalam kondisi terjepit, Maling Aguno tidak jarang melawan para pengejarnya. Pasalnya, ia memiliki pukulan mematikan sekaligus tubuh yang tidak bisa dilukai senjata tajam.
Tatok belum bisa memastikan, Maling Aguno hidup di masa apa. Ada versi yang menyebut, masa Kerajaan Singasari. Karenanya yang ia satroni para penggede kerajaan, bangsawan dan para orang kaya di masa itu. Versi lain mengatakan, di masa Kerajaan Mataram Islam awal.
Baca juga: Kisah Tongggak Kayu Jati Penyangga Benteng Pendem, Diguncang Gempa Tetap Utuh
Bahkan ada yang menyebut, sebelum menyerang Kerajaan Mataram yang dirajai Amangkurat I (1677), Trunojoyo konon lebih dulu berdoa di makam Maling Aguno . Serangan Raden Trunojoyo atau Panembahan Maduretno dari Madura, mengakibatkan Amangkurat I keluar Istana.
Bahkan putra Sultan Agung tersebut tewas dalam pelarian. "Ada yang mengatakan, saat pasukannya bermarkas di Kediri, Trunojoyo sempat berdoa di makam Maling Aguno," kata Tatok. Lalu seperti apa sosok Maling Aguno ? Tatok tidak bisa memastikan.
Sumber-sumber tertulis yang ia kumpulkan terbatas jumlahnya, dan tidak ada menyebut jelas seperti apa sosok laki-laki pencuri budiman tersebut. Namun dari penerawangan mata batin yang pernah dilakukan bersama teman-temannya di makam Maling Aguno , kata Tatok, mereka melihat sosok laki-laki berperawakan tinggi besar.
Baca juga: Bandar Laut Besar Itu Bernama Pasuruan
Meski demikian tindak tanduknya santun. Bagi Tatok, di setiap zaman di mana penindasan dan ketidakadilan merajalela, kehadiran tokoh semacam Maling Aguno dibutuhkan. "Dari penerawangan mata batin baju yang dikenakan Maling Aguno katanya seperti penampilan laki-laki dari tanah Melayu," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :