Tuntut Usut Dugaan Penyimpangan Dana Desa, Kejari Ogan Ilir Didemo Warga
Jum'at, 02 April 2021 - 18:51 WIB
loading...
Masyarakat dan BPD didampingi LSM Anti Korupsi Sumatera Selatan secara ramai-ramai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Ogan Ilir itu, Sumatera Selatan.iNews TV/Fitriadi
A
A
A
OGAN ILIR - Masyarakat dan BPD didampingi LSM Anti Korupsi Sumatera Selatan secara ramai-ramai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Ogan Ilir itu, Sumatera Selatan, Kamis (1/4/2021).
Mereka meminta Kejaksaan Negeri Ogan Ilir mengusut tuntas semua dugaan penyimpangan yang dilakukan Asnawi, oknum Kades Piang Nibung, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir.
Segala bentuk pembangunan baik fisik maupun non fisik sangat dikeluhkan masyarakat sehingga masyarakat dan BPD sangat geram atas ulah oknum Kades tersebut.
Dalam orasinya kordinator lapangan aksi, Alex Kazjuda menyampaikan adanya dugaan-dugaan indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh oknum Kades Asmawi.
Di antaranya pada tahun 2020 realisasi dana BLT selalu menimbulkan gejolak di masyarakat, pencairan selalu terlambat. Padahal dana tersebut diketahui sudah dicairkan tetapi diduga digunakan dulu pribadi oknum Kades. "Setelah didesak oleh masyarakat baru dana tersebut dibagikan kepada penerima. Kemudian gaji perangkat desa juga terkadang telat dibayarkan tanpa kejelasan," ujar Alex.
Mereka meminta Kejaksaan Negeri Ogan Ilir mengusut tuntas semua dugaan penyimpangan yang dilakukan Asnawi, oknum Kades Piang Nibung, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir.
Segala bentuk pembangunan baik fisik maupun non fisik sangat dikeluhkan masyarakat sehingga masyarakat dan BPD sangat geram atas ulah oknum Kades tersebut.
Dalam orasinya kordinator lapangan aksi, Alex Kazjuda menyampaikan adanya dugaan-dugaan indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh oknum Kades Asmawi.
Di antaranya pada tahun 2020 realisasi dana BLT selalu menimbulkan gejolak di masyarakat, pencairan selalu terlambat. Padahal dana tersebut diketahui sudah dicairkan tetapi diduga digunakan dulu pribadi oknum Kades. "Setelah didesak oleh masyarakat baru dana tersebut dibagikan kepada penerima. Kemudian gaji perangkat desa juga terkadang telat dibayarkan tanpa kejelasan," ujar Alex.
Lihat Juga :