8 Tahun di Korea, Ini Profil Warga Tulungagung yang Diamankan Densus 88
Rabu, 31 Maret 2021 - 07:45 WIB
loading...
A
A
A
Sepulang dari Korea dan memutuskan bertempat tinggal di Desa Tenggur dengan bertani, NM lebih banyak berada di rumah. Satu-satunya yang sering dilakukan saat keluar rumah adalah menjenguk orang tuanya di Nglegok, Kabupaten Blitar.
NM merupakan anak tunggal. Ayahnya sudah meninggal, dan saat ini tinggal ibunya yang kondisinya juga sakit sakitan. Selama ini pihak keluarga juga tidak melihat hal hal ganjil pada diri NM. "Sering keluar untuk menjenguk orang tuanya di Nglegok," kata Abu Umar. Baca: Petugas Dikabarkan Sita Dua Pucuk Senpi di Kamar Terduga Teroris Tulungagung.
Selama menjadi menantu, kata Abu Umar, NM tidak pernah kedatangan tamu yang aneh-aneh. Prilaku NM juga dinilai wajar. Yakni, bergaul dengan lingkungan sekitar seperti umumnya warga masyarakat. Setiap diundang acara kenduri tahlil, sepengetahuan Abu Umar, menantunya juga kerap datang.
Abu Umar tahu hal itu karena ia bertempat tinggal di belakang rumah NM. "Tidak pernah terlihat aneh. Diundang kenduri juga datang," terang Abu Umar.
Sebagai orang tua, Abu Umar hanya bisa berharap menantu, anak serta cucunya yang masih berusia dua tahun segera bisa pulang kembali. Informasi yang ia terima, setelah diamankan, petugas membawa NM bersama istri dan anak balitanya ke mapolres Tulungagung. "Semoga tidak terlibat," kata Abu Umar. Baca Juga: Tragis, Pengemudi Jazz Tewas Tertabrak Kereta Api di Lampung Utara
NM ditangkap saat jalan jalan sore beserta istri dan anaknya yang masih berusia dua tahun. Ketiganya berboncengan dengan sepeda motor. Penangkapan atas dugaan terlibat jaringan teroris tersebut berlangsung di jalan raya Rejotangan. Dalam penggeledahan di rumah NM, yakni di dalam kamar, kabarnya petugas menemukan dua pucuk senjata api. Hanya saja belum ada petugas kepolisian yang bisa dikonfirmasi.
NM merupakan anak tunggal. Ayahnya sudah meninggal, dan saat ini tinggal ibunya yang kondisinya juga sakit sakitan. Selama ini pihak keluarga juga tidak melihat hal hal ganjil pada diri NM. "Sering keluar untuk menjenguk orang tuanya di Nglegok," kata Abu Umar. Baca: Petugas Dikabarkan Sita Dua Pucuk Senpi di Kamar Terduga Teroris Tulungagung.
Selama menjadi menantu, kata Abu Umar, NM tidak pernah kedatangan tamu yang aneh-aneh. Prilaku NM juga dinilai wajar. Yakni, bergaul dengan lingkungan sekitar seperti umumnya warga masyarakat. Setiap diundang acara kenduri tahlil, sepengetahuan Abu Umar, menantunya juga kerap datang.
Abu Umar tahu hal itu karena ia bertempat tinggal di belakang rumah NM. "Tidak pernah terlihat aneh. Diundang kenduri juga datang," terang Abu Umar.
Sebagai orang tua, Abu Umar hanya bisa berharap menantu, anak serta cucunya yang masih berusia dua tahun segera bisa pulang kembali. Informasi yang ia terima, setelah diamankan, petugas membawa NM bersama istri dan anak balitanya ke mapolres Tulungagung. "Semoga tidak terlibat," kata Abu Umar. Baca Juga: Tragis, Pengemudi Jazz Tewas Tertabrak Kereta Api di Lampung Utara
NM ditangkap saat jalan jalan sore beserta istri dan anaknya yang masih berusia dua tahun. Ketiganya berboncengan dengan sepeda motor. Penangkapan atas dugaan terlibat jaringan teroris tersebut berlangsung di jalan raya Rejotangan. Dalam penggeledahan di rumah NM, yakni di dalam kamar, kabarnya petugas menemukan dua pucuk senjata api. Hanya saja belum ada petugas kepolisian yang bisa dikonfirmasi.
(nag)
Lihat Juga :