UKSW Salatiga Buat Permen Jelly Herbal untuk Tingkatkan Imun

Rabu, 31 Maret 2021 - 01:46 WIB
loading...
UKSW Salatiga Buat Permen...
Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UKSW Salatiga saat memproduksi permen jelly herbal peningkat imun. Foto/Ist
A A A
SALATIGA - Dosen Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Dhanang Puspita dan Pulung Nugroho bersama mahasiswa mencoba membuat permen herbal untuk imunomodulator. Ini salah satu inovasi UKSW untuk membantu masyarakat dalam upaya menghindari penularan COVID-19.

Dhanang Puspita menjelaskan, ide ini muncul karena masyarakat sekarang mulai banyak mengonsumsi jamu herbal untuk meningkatkan kekebalan tubuh atau merangsang imunitas yang juga disebut imunomodulator. Bahkan di daerah tertentu seperti di Suku Toraja, sejak dahulu ramuan herbal daun Miana digunakan sebagai obat batuk. Baca juga: Airlangga Hartarto Motivasi Lulusan UKSW Salatiga Berinovasi di Tengah Masyarakat

"Permasalahannya, jamu herbal rasanya pahit dan kurang dapat diterima oleh lidah sehingga tidak semua orang bisa mengkonsumsi. Karena itu perlu upaya agar jamu bisa dinikmati semua orang dan semua kalangan termasuk anak-anak. Kami mencoba membuat permen herbal dalam bentuk jelly sehingga kita bisa mengenalkan produk herbal ke dalam permen," terangnya, Selasa (30/3/2021).

Ada dua jenis permen herbal yang dihasilkan Dhanang beserta timnya, yaitu permen herbal dari bahan dasar Miana dan Sambiloto. Lebih lanjut disampaikan Dhanang, proses pembuatan permen herbal ini diawali dengan ekstrasi untuk mengeluarkan senyawa bioaktif dalam tumbuhan Miana dan Sambiloto.

Setelah itu dilakukan pemekatan dengan cara menambahkan bahan pengikat yang bertujuan untuk mengentalkan cairan dan menyalut senyawa bioaktif agar tidak rusak saat pengolahan dan menutupi rasa pahit.

Permen herbal ini mengandung Saponin, Tanin dan Flavanoid, dimana zat tersebut bermanfaat sebagai antimikroba dan dan pemicu iminutas tubuh. "Total kami memerlukan waktu dua hari untuk proses pembuatan permen ini karena membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk pengeringannya," ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, untuk satu kali produksi bisa menghasilkan 500 butir permen. "Selain sudah diuji kandungan fitokimianya, kami juga sudah melakukan uji standar SNI antara lain untuk menguji kadar air dan kekenyalan sehingga dapat dikonsumsi," ujarnya. Baca juga: Kasus COVID-19 di Salatiga Meledak, UKSW Sediakan Sarana Isolasi

Permen herbal ini juga sudah dibagikan ke beberapa dosen dan mahasiswa FKIK untuk tes rasa. Rencananya permen herbal ini akan dibagikan saat peringatan Paskah mendatang. "Sudah ada pembicaraan dengan pihak industri untuk memproduksi permen ini secara massal. Kami di lingkup akademisi melakukan penelitian dan hilirisasinya sudah dibicarakan dengan dunia industri," pungkasnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inovatif, DPRD Salatiga...
Inovatif, DPRD Salatiga Ubah Lobi Kantor Jadi Ruang Literasi Hukum
Puncak Gernas BBI dan...
Puncak Gernas BBI dan BBWI Meriahkan HUT ke-79 Provinsi Jateng di Salatiga
Polda Jateng Bongkar...
Polda Jateng Bongkar Mafia Tanah Penilep 11 Bidang Tanah di Salatiga
Viral, Siswa SD di Salatiga...
Viral, Siswa SD di Salatiga Study Tour ke 3 Negara Naik Pesawat
Warung NKRI Digital...
Warung NKRI Digital Kolaborasikan Pencegahan Radikalisme dan Terorisme
Angkot Diseruduk Sedan...
Angkot Diseruduk Sedan hingga Terguling, 2 Penumpang Tewas 12 Luka-luka
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Legal Tech, Teknologi...
Legal Tech, Teknologi Kantor Hukum Jadi Tren di Indonesia
Lemdiklat Polri Kembangkan...
Lemdiklat Polri Kembangkan KMS PEDULI, Inovasi Digital untuk Pengentasan Kemiskinan
Rekomendasi
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
Link Nonton Trolls di...
Link Nonton Trolls di VISION+, Film Musikal Ceria untuk Nonton Bareng Keluarga
Solusi Pemberantasan...
Solusi Pemberantasan Korupsi Menurut Islam: Dimulai dari Reformasi Individu dan Sosial
Berita Terkini
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved