Kecanduan Game Online Dinilai Sebabkan Regulasi Diri Rendah
Selasa, 23 Maret 2021 - 06:09 WIB
loading...
A
A
A
Sulung dari dua bersaudara ini menemukan bahwa terdapat hubungan antara regulasi diri dan konformitas secara bersama-sama dengan kecanduan game online.
"Mereka yang mengalami kecanduan game online cenderung mempunyai regulasi diri yang rendah atau kurang baik. Hal ini mengakibatkan kurangnya perhatian atau cenderung abai dengan kewajiban yang lebih penting,” terang Farida.
Sementara itu, lanjutnya, mereka yang mengalami kecanduan game online cenderung memiliki konformitas yang relatif tinggi.
Mahasiswa yang rela menghabiskan waktu hanya untuk bermain game online demi mencapai target yang diharapkan dalam permainan seringkali sebagai bentuk upaya agar ia dapat diterima oleh kelompoknya.
“Saat bermain game online membuat mahasiswa rela meninggalkan aktivitas yang lebih prioritas dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Hal ini erat kaitannya dengan regulasi diri,” ungkap Farida.
Disisi lain, banyak ditemukan mahasiswa yang rela mengabiskan waktu hanya untuk bermain game online demi mencapai target yang diharapkan sebagai upaya agar ia dapat diterima oleh kelompoknya.
"Mereka yang mengalami kecanduan game online cenderung mempunyai regulasi diri yang rendah atau kurang baik. Hal ini mengakibatkan kurangnya perhatian atau cenderung abai dengan kewajiban yang lebih penting,” terang Farida.
Sementara itu, lanjutnya, mereka yang mengalami kecanduan game online cenderung memiliki konformitas yang relatif tinggi.
Mahasiswa yang rela menghabiskan waktu hanya untuk bermain game online demi mencapai target yang diharapkan dalam permainan seringkali sebagai bentuk upaya agar ia dapat diterima oleh kelompoknya.
“Saat bermain game online membuat mahasiswa rela meninggalkan aktivitas yang lebih prioritas dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Hal ini erat kaitannya dengan regulasi diri,” ungkap Farida.
Disisi lain, banyak ditemukan mahasiswa yang rela mengabiskan waktu hanya untuk bermain game online demi mencapai target yang diharapkan sebagai upaya agar ia dapat diterima oleh kelompoknya.
Lihat Juga :