Pakai Pupuk Organik, Petani Kaili Panen Padi Lebih Banyak dan Hemat

Selasa, 16 Maret 2021 - 12:57 WIB
loading...
Pakai Pupuk Organik,...
Bupati Bantaeng, Ilham Azikin panen padi organik di Kampung Kaili, Kecamatan Bissapu, Selasa (16/3/2021). Foto: Humas Pemkab Bantaeng
A A A
BANTAENG - Bupati Bantaeng , Ilham Azikin menghadiri panen padi bersama di Kampung Kaili, Kecamatan Bissapu, Selasa (16/3/2021). Padi yang dipanen ini adalah padi organik yang dikembangkan tanpa pupuk subsidi yang mengandung bahan kimia.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng , Budi Taufik mengatakan, padi yang dipanen ini ditanam tanpa menggunakan pupuk subsidi dan pestisida berbahan kimia.

Baca juga: Lakukan Mutasi, Ilham Azikin Tegaskan Pejabat Bekerja Sesuai Regulasi

"Sama sekali tidak ada bahan kimia. Pupuk pakai pupuk organik , dan tidak menggunakan pestisida kimia," jelas dia.

Meski menggunakan pupuk organik , hasil pertanian padi kata Budi cukup melimpah. Bulir padi yang diproduksi lebih banyak dan lebih besar.

"Biaya produksi juga lebih murah dibanding dengan pupuk kimia. Kita bisa tekan hingga 40 persen biaya produksi jika menggunakan pupuk organik ," kata dia.

Dia menambahkan, saat ini petani di Bantaeng memasuki musim tanam pertama Oktober-Maret. Sebagian petani di Bantaeng juga sudah memasuki musim panen. Dia mengaku, Dinas Pertanian akan terus berupaya mengubah pola pikir petani untuk beralih ke pertanian organik .

Baca juga: Bantaeng Jadi Daerah Ramah Investasi di Masa Pandemi Covid-19

"Realisasi tanam kita sejauh ini telah mencapai 6.734 hektare," jelas dia.

Bupati Bantaeng , Ilham Azikin mengatakan, pemerintah memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terus mengembangkan pertanian yang sehat di Bantaeng. Menurutnya, penggunaan pupuk organik selain lebih sehat, juga dapat mendorong peningkatan produksi pertanian.

Dia mengajak petani di Bantaeng untuk mengubah pola pikir tentang pupuk subsidi yang mengandung bahan kimia. Menurutnya, sudah saatnya petani Bantaeng beralih ke pupuk organik yang lebih sehat dan berkualitas.

"Produksi pertanian di Kampung Kaili ini menjadi contoh. Semoga petani di daerah lainnya bisa melihat contoh ini dan ikut beralih ke pupuk organik ," jelas dia.

Baca juga:Organisasi Tani Pastikan Stok Pupuk di Bantaeng Masih Aman

Bupati menambahkan, pemerintah pusat juga telah mengurangi kuota pupuk bersubsidi di semua daerah di Indonesia. Oleh karena itu, dia berharap pupuk organik ini bisa menjadi solusi di tengah masa pandemi yang menuntut peningkatan ketahanan pangan daerah.

"Produksi pertanian ini harus menjadi contoh. Kita sebagian besar memang seperti itu, agak susah merubah mindset jika belum diperlihatkan," jelas dia.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pelatihan Bikin Biochar,...
Pelatihan Bikin Biochar, Petani Sawit Banjar Lepas Ketergantungan Pupuk Kimia
Ratusan Petani Sawit...
Ratusan Petani Sawit Musi Banyuasin Praktik Pembuatan Biochar
Wujudkan Swasembada...
Wujudkan Swasembada Pangan, Petani Bantul Panen Raya Padi
Petani Sawit Rokan Hulu...
Petani Sawit Rokan Hulu Pelatihan Bikin Biochar, Alternatif Pupuk Organik
Melalui KudusAsik, BLDF...
Melalui KudusAsik, BLDF Melindungi Masyarakat Kudus dari Ancaman Bencana yang Mematikan
Pupuk asal Sragen Menyuburkan...
Pupuk asal Sragen Menyuburkan Lahan Pertanian di Afrika
SIG Berdayakan 879 Perempuan...
SIG Berdayakan 879 Perempuan Ubah Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik
Pupuk Hayati Dinosaurus...
Pupuk Hayati Dinosaurus Diklaim Mampu Genjot Hasil Panen 30%
PEP Dorong Produktivitas...
PEP Dorong Produktivitas Pertanian Melalui Pembuatan Pupuk Organik
Rekomendasi
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved