Mirip Black Death di Eropa, Pandemi COVID-19 Ubah Perilaku Masyarakat
Minggu, 14 Maret 2021 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, pilar kedua adalah terapeutik. Yaitu bagaimana tatalaksana penanganan orang sakit. Mulai dari cara pengobatan, akses ke dokter, akses ke rumah sakit dan penanganan isolasi bagi pasien COVID-19.
Selanjutnya, pilar ketiga yakni vaksinasi. Saat ini jumlah penduduk Indonesia yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 berjumlah sekitar 5 juta orang. Setiap hari terdapat penambahan 300.000 hingga 400.000 orang yang divaksin.
“Kami akan tingkatkan terus menjadi 1 juta vaksin per hari. Namun tentu bergantung kesersediaan vaksin di lapangan,” ungkap Budi.
Terakhir atau pilar keempat adalah meningkatkan sistem kesehatan masyarakat (public health system). Sistem kesehatan masyarakat ini termasuk memperkuat puskesmas seperti mengedukasi masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan sehingga bisa memberikan perubahan.
“Selain 4 pilar tersebut, juga perlu adaptasi treatment medis. Sebab selama pandemi COVID-19, tentu kontak pasien non COVID-19 dengan dokter atau dengan rumah sakit jauh berkurang. Jadi harus ada adaptasi penanganan medis, misal dengan health talk, konsultasi medis melalui sambungan telepon dan lainnya,” jelas Budi.
Sementara itu, Direktur Utama RS Premier Bintaro dr Martha ML Siahaan MARS MHKes mengatakan, persona di rumah sakit yang meliputi pasien, staf rumah sakit, staf tenant dan pengunjung memiliki risiko terpapar COVID-19. Padahal rumah sakit semestinya menjadi tempat untuk berobat dan mendapatkan perawatan medis bagi pasien.
Keempat komponen ini berisiko terpapar bahkan terinfeksi penyakit menular saat berada di rumah sakit, Kondisi inilah yang disebut sebagai Infeksi Nosokomial atau yang dikenal sebagai Hospital Acquired Infections” (HAIs).
Selanjutnya, pilar ketiga yakni vaksinasi. Saat ini jumlah penduduk Indonesia yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 berjumlah sekitar 5 juta orang. Setiap hari terdapat penambahan 300.000 hingga 400.000 orang yang divaksin.
“Kami akan tingkatkan terus menjadi 1 juta vaksin per hari. Namun tentu bergantung kesersediaan vaksin di lapangan,” ungkap Budi.
Terakhir atau pilar keempat adalah meningkatkan sistem kesehatan masyarakat (public health system). Sistem kesehatan masyarakat ini termasuk memperkuat puskesmas seperti mengedukasi masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan sehingga bisa memberikan perubahan.
“Selain 4 pilar tersebut, juga perlu adaptasi treatment medis. Sebab selama pandemi COVID-19, tentu kontak pasien non COVID-19 dengan dokter atau dengan rumah sakit jauh berkurang. Jadi harus ada adaptasi penanganan medis, misal dengan health talk, konsultasi medis melalui sambungan telepon dan lainnya,” jelas Budi.
Sementara itu, Direktur Utama RS Premier Bintaro dr Martha ML Siahaan MARS MHKes mengatakan, persona di rumah sakit yang meliputi pasien, staf rumah sakit, staf tenant dan pengunjung memiliki risiko terpapar COVID-19. Padahal rumah sakit semestinya menjadi tempat untuk berobat dan mendapatkan perawatan medis bagi pasien.
Keempat komponen ini berisiko terpapar bahkan terinfeksi penyakit menular saat berada di rumah sakit, Kondisi inilah yang disebut sebagai Infeksi Nosokomial atau yang dikenal sebagai Hospital Acquired Infections” (HAIs).
Lihat Juga :