Kejari Tetapkan Pejabat Kemenag Wajo Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOP

Rabu, 10 Maret 2021 - 16:00 WIB
loading...
Kejari Tetapkan Pejabat...
Kepala Kejari Wajo saat memberikan keterangan terkait penetapan tersangka pejabat Kemenag Wajo terkait dugaan korupsi Dana BOP. Foto: Sindonews/Reza Pahlevi
A A A
WAJO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo menetapkan Kasi Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Wajo, Muhammad Yusuf sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) tahun 2020 di lingkungan Kemenag Wajo, Rabu (10/3/2020).

Kejari Wajo sebelumnya mengamankan 6 orang dalam tangkap tangan yang dilakukan pada Selasa (9/3/2021) kemarin, dua diantaranya pegawai Kemenag Wajo . Kemudian berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang cukup, maka Kejari Wajo berkeyakinan bahwa tersangka dalam perkara berjumlah satu orang, yakni Kasi Pondok Pesantren (Pontren) Kemenag Wajo, Muhammad Yusuf.

"Muhammad Yusuf merupkan aktor yang berperan mengatur berbagai macam modus agar lembaga penerima BOP tahun 2020 mau menyisihkan uang yang diterima. Uang itu nantinya akan di bagai-bagi kepada sejumlah oknum di Kemenag Wajo," kata Kepala Kejari Wajo , Eman Sulaeman, saat melakukan pres conferance penetepan tersangka, Rabu, (10/03/2021).

Baca Juga: Kejari Tangkap Tangan Pegawai Kemenag Wajo yang Pulangkan Pungutan Dana BOP

Dari hasil tangkap tangan yang dilakukan tim dari Kejari Wajo, sejumlah dokumen dan kwitansi berhasil diamankan, selain itu tim dari Kejari Wajo juga menemukan barang bukti uang tunai senilai Rp12.500.000.

Menurut Eman Sulaeman , dari pengakuan tersangka, modus yang dijalankan agar penerima BOP mau memberikan sebagian dana yang ia terima yakni, meminta sumbangan ucapan terima kasih atas diterima BOP kepada seluruh lembaga penerima dengan nilai bervariasi antara Rp1.000.000 hingga Rp3.500.000.

Selain itu, modus yang lainnya yakni, adanya pembelian buku yang difasiltasi oleh Muhammad Yusuf seharga Rp1.000.000 per lembaga.

"Adanya permintaan tersebut kemudian lembaga penerima BOP tahun 2020 menyisihkan sebagian dana yang kemudian disetorkan kepada beberapa oknum di Kemenag Wajo ," jelasnya.

Lebih jauh Eman menjelaskan, penyidik dari kejaksaan saat ini baru menetapkan Muhammad Yusuf sebagai tersangka, sedangkan untuk Abdul Waris masih dalam status saksi. Sebab Abdul Waris bukan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) melainkan tenaga honorer di lingkup Kemenag Wajo.

Baca Juga: Kemenag Wajo Akan Kembalikan Dana BOP ke Guru Mengaji yang Dipotong

Namun Eman menegaskan, tidak menutup kemungkinan, pihak kejaksaan akan kembali menetapkan tersangka baru jika dalam penyelidikan jaksa menemukan fakta-fakta terbaru.

Atas perbuatan tersangka, penyidik menyimpulkan bahwa Muhammad Yusuf telah melakukan dugaan tindak pidana korupsi, dengan pasal yang desangkakan yakni pasal 12 huruf e, subsider Pasal 11 Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi.

"Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru . Atas perbuatan tersangka, ia diancam paling singkat 4 tahun kurungan penjara dan paling lama 20 tahun penjara dengan denda Rp1 Miliar," tandasnya.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli Pengendara di Jakbar Biar Gak Menjamur!
Kanal Aduan Jadi Kunci...
Kanal Aduan Jadi Kunci Pengungkapan Kasus Dugaan Pungli di Lapas Blitar
Pungli Mobil Derek di...
Pungli Mobil Derek di Tol Semarang-Solo, Jasa Marga Telusuri Oknum Pelaku
Viral Aksi Pungli di...
Viral Aksi Pungli di Kota Tua, Pramono: Nggak Ada Kompromi Saya Akan Bebas Tugaskan
Polda Riau Selidiki...
Polda Riau Selidiki Dugaan Pungli Camat dan Kades di Rohul
Oknum Polisi Pungli...
Oknum Polisi Pungli Pengendara Motor di Medan Dihukum di Tempat Khusus
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Rekomendasi
Perkuat Kualitas Informasi,...
Perkuat Kualitas Informasi, Pegadaian Berkomitmen Tingkatkan Kompetensi Ratusan Jurnalis
Adik Keisya Levronka...
Adik Keisya Levronka Gugat Untar Rp1 Miliar usai Jatuh dari Lantai 6
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
Berita Terkini
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
Video Detik-detik Penangkapan...
Video Detik-detik Penangkapan Roy Suryo Diputar di Sidang Praperadilan
Bea Cukai Ngurah Rai-Polda...
Bea Cukai Ngurah Rai-Polda Bali Gagalkan Peredaran 937 Butir Narkoba Jenis Mephedrone
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, DPC PPP Lebak Bidik Gen Z lewat Strategi Kreatif dan Inklusif
Banjir Tapanuli Tengah...
Banjir Tapanuli Tengah Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved