Diduga Disekap dan Dicabuli, Siswi SMK Surabaya Laporkan Kepala Sekolah ke Polisi
Rabu, 03 Maret 2021 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
"Kejadiannya bulan Desember tahun 2019, 3-4 hari sebelum tahun baru," katanya. ARN sendiri mengaku tak berdaya saat kepala sekolahnya melakukan aksi bejatnya. "Waktu di ruangan, kepala sekolah membuka baju saya. Saya sudah berusaha melawan tapi tidak bisa, ia ninggi saya. Pintu dikunci, jendela gak bisa dipecahin," tuturnya.
Sebelum pelecehan terjadi, awalnya AR dan kasek hanya berbincang santai. Termasuk membicarakan perlakuan serupa pada siswa lain. Bahkan ARN juga ditunjukkan foto-foto alumni yang pernah mendapat perlakuan sama yang tersimpan di dalam smartphone milik kasek.
"Foto-foto alumni yang pernah ia gitukan juga ada, kakak kelas sayapun juga ada. Ada salah satu foto kakak kelas saya duduk diantara selakangan dia, ada foto seperti itu juga. Lokasinya sama di dalam ruangan kepala sekolah," ungkapnya.
Lantas kenapa baru melaporkan sekarang? AR mengaku selama ini hanya menahan malu dan tidak tahu harus mengadu kepada siapa. Sedangkan siswi lain yang diduga mendapat perlakuan samapun memilih diam meski dihantui ketakutan jika bertemu oknum Kepala Sekolah tersebut.
Baca juga: Dua Bulan Banjir Tak Surut, Pelajar Lamongan Terpaksa Sekolah Naik Perahu
Ayah kandung ARN, Soeminto menjelaskan, anaknya baru mengaku mendapat perbuatan tidak senonoh setelah ia pulang dari perantauan. Selama satu tahun Soeminto merantau di ibu kota demi membiayai sekolah anaknya.
Sebelum pelecehan terjadi, awalnya AR dan kasek hanya berbincang santai. Termasuk membicarakan perlakuan serupa pada siswa lain. Bahkan ARN juga ditunjukkan foto-foto alumni yang pernah mendapat perlakuan sama yang tersimpan di dalam smartphone milik kasek.
"Foto-foto alumni yang pernah ia gitukan juga ada, kakak kelas sayapun juga ada. Ada salah satu foto kakak kelas saya duduk diantara selakangan dia, ada foto seperti itu juga. Lokasinya sama di dalam ruangan kepala sekolah," ungkapnya.
Lantas kenapa baru melaporkan sekarang? AR mengaku selama ini hanya menahan malu dan tidak tahu harus mengadu kepada siapa. Sedangkan siswi lain yang diduga mendapat perlakuan samapun memilih diam meski dihantui ketakutan jika bertemu oknum Kepala Sekolah tersebut.
Baca juga: Dua Bulan Banjir Tak Surut, Pelajar Lamongan Terpaksa Sekolah Naik Perahu
Ayah kandung ARN, Soeminto menjelaskan, anaknya baru mengaku mendapat perbuatan tidak senonoh setelah ia pulang dari perantauan. Selama satu tahun Soeminto merantau di ibu kota demi membiayai sekolah anaknya.
Lihat Juga :