Memilukan, Bocah 8 Tahun Ini Digerogoti Penyakit Aneh, Seluruh Kulit Melepuh
Selasa, 02 Maret 2021 - 16:12 WIB
loading...
Nadia Amira (8) warga Desa Aras, Kecamatan Air Putih, Batu Bara, Sumut terpapar penyakit kulit aneh. Hampir seluruh kulit tubuhnya melepuh seperti terbakar. Foto/iNews TV/Fadli Pelka
A
A
A
BATU BARA - Nadia Amira (8) warga Desa Aras, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara , Sumatera Utara terpapar penyakit kulit aneh. Hampir seluruh kulit tubuhnya melepuh seperti terbakar. Putri pertama Tumiran (51) sudah hampir 8 tahun mengalami gangguan penyakit kulit dan harus mendapatkan perawatan khusus secara medis.
Baca juga: Cerita Perjuangan Wartimah Melawan Penyakit Langka Bernama Hipertensi Paru
Tumiran mengatakan, penyakit yang dialami anaknya tersebut terjadi sejak lahir. Kulit Amira akan melepuh dan berair layaknya luka bakar bila terkena gesekan atau sentuhan. Luka-luka lecet seperti terbakar terdapat di tubuh dan wajah Amira. Setiap saat gadis kecil itu elalu merengek dan menangis karna rasa sakit yang dirasakan.
Baca juga: Buah Hati Idap Penyakit Langka, Pasutri di Pasuruan Butuh Biaya
“Anak saya dirawat di sini, di rumah saja pakai obat seadanya terkadang cuma pakai kapsul dicampur minyak lampu. Kami tak punya biaya untuk membawa Amira ungkap," kata Tumiran dengan wajah haru menahan sedih saat menceritakan keadaan putrinya. Tumiran sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan.
Baca juga: Cerita Perjuangan Wartimah Melawan Penyakit Langka Bernama Hipertensi Paru
Tumiran mengatakan, penyakit yang dialami anaknya tersebut terjadi sejak lahir. Kulit Amira akan melepuh dan berair layaknya luka bakar bila terkena gesekan atau sentuhan. Luka-luka lecet seperti terbakar terdapat di tubuh dan wajah Amira. Setiap saat gadis kecil itu elalu merengek dan menangis karna rasa sakit yang dirasakan.
Baca juga: Buah Hati Idap Penyakit Langka, Pasutri di Pasuruan Butuh Biaya
“Anak saya dirawat di sini, di rumah saja pakai obat seadanya terkadang cuma pakai kapsul dicampur minyak lampu. Kami tak punya biaya untuk membawa Amira ungkap," kata Tumiran dengan wajah haru menahan sedih saat menceritakan keadaan putrinya. Tumiran sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan.
Lihat Juga :