Utomodeck Aplikasikan Layanan Mobile Electricity pada Proyek Lapangan di Gresik

Selasa, 02 Maret 2021 - 03:08 WIB
loading...
Utomodeck Aplikasikan Layanan Mobile Electricity pada Proyek Lapangan di Gresik
Mobile electricity/power bank digunakan pada pembangunan warehouse yang sedang digarap PT Utomodeck Metal Works di Legundi, Gresik, Jawa Timur. Lebih efisien dan ramah lingkungan.Foto/dok Utomodeck
A A A
GRESIK - Sumber energi listrik untuk kebutuhan proyek pembangunan warehouse PT Ritra Cargo di daerah Legundi, Gresik, Jawa Timur, tepatnya pada Roll Forming on Site Roofing U650, yang saat ini sedang dikerjakan PT Utomodeck Metal Works, menggunakan layanan mobile electricity PT PLN (Persero).

Total kebutuhan listrik pada proyek yang dimulai pengerjaannya pada 25 Februari hingga 27 Februari 2021 tersebut mencapai 2.940 Kwh. Seluruhnya bisa disupply oleh mobile electricity.

Baca juga: Gubernur Khofifah Minta Bupati Jember Percepat Pengesahan APBD 2021

Layanan mobile electricity merupakan hasil kerjasama PT Utomodeck Metal Works dengan PT PLN (Persero). Kerjasama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Jakarta, pada tanggal 1 Oktober 2020 lalu.

Penandatanganan MoU dilakukan pemilik Utomodeck Group, Darmawan Utomo dan Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero), Bob Saril.

Mekanisme Mobile Electricity yang digagas oleh PT PLN (Persero) ini menyalurkan tenaga listrik melalui mobile power bank guna memastikan pasokan daya listrik untuk berbagai kebutuhan di luar ruangan. Layanan ini sangat berguna sebagai sarana mobile factory system untuk mempercepat proyek-proyek pembangunan nasional yang digarap oleh PT Utomodeck.

Sebagai salah satu perusahaan terdepan di bidang konstruksi, PT Utomodeck mengutamakan masa konstruksi yang efisien dan ramah lingkungan. Tidak menggunakan bahan bakar fosil sehingga mampu meminimalisir gas buang.

Baca juga: Ini Kronologi Tertembaknya Gus Idris di Markas Nyi Ronggeng

Jika menggunakan genset dengan bahan bakar solar, setiap liter solar menghasilkan daya sebesar 3 Kwh, dan juga menimbulkan polusi di lingkungan sekitarnya. Dengan harga solar non-subsidi yakni Rp 9000, maka hitungan per Kwh dari genset adalah Rp 3000.

Sedangkan, jika menggunakan layanan mobile power bank ini, PLN hanya mengenakan biaya Rp 1.600 per Kwh, dan biaya tagihannya berdasarkan besar konsumsi listrik yang dipakai.

"Terobosan Mobile Electricity PLN ini sejalan dengan strategi perusahaan Utomodeck Group yang mengedepankan pendekatan eksekusi produksi proyek atap di lapangan sesuai dengan SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 12 dan 13. Beberapa inisiatif ini melengkapi pengembangan Utomodeck Group di industri yang berbasis ramah lingkungan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya melalui anak perusahaannya PT. Utomo Juragan Atap Surya Indonesia," jelas Managing Director Utomodeck Group, Anthony Utomo.

Melalui durasi kerjasama selama 1 tahun dengan PLN, ke depannya, proyek-proyek PT Utomodeck Metal Works lain juga direncanakan menggunakan layanan kelistrikan mobile electricity guna mendorong produktivitas masa konstruksi di lapangan serta efisiensi biaya proyek.
(msd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2110 seconds (11.97#12.26)