Banjir Pantura Membuat Pasokan Ikan Tersendat, Harga di Pasaran Alami Lonjakan

loading...
Banjir Pantura Membuat Pasokan Ikan Tersendat, Harga di Pasaran Alami Lonjakan
Banjir yang menerjang wilayah Pantura Jateng, membuat harga ikan mengalami kenaikan. Foto/iNews TV/Suryono Sukarno
BATANG - Banjir yang menerjang jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah, berdampak besar terhadap pasokan ikan ke pasar-pasar tradisional. Akibatnya, dalam beberapa hari terakhir harga ikan mengalami lonjakan .

Baca juga: Dampak Cuaca Buruk, Harga Ikan Laut di Lamongan Naik

Akses jalan yang terputus akibat banjir , nelayan yang tak bisa melaut, serta tambak yang kebanjiran, membuat pasokan ikan di wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami penurunan. Harga ikan naik Rp3.000-5.000/kg.



Solihah, pedagang ikan di Pasar Tradisional Batang, mengaku, dalam beberapa hari terakhir kondisi persediaan ikan sangat terbatas. "Harganya naik. Biasanya bandeng Rp30 ribu/kg, kini menjadi Rp35 ribu/kg. Udang biasanya Rp40 ribu/kg, naik jadi Rp43 ribu/kg," tuturnya.



Baca juga: 500 Hektare Tanah Dirampas, 24 Hari Tangis dan Aksi Warga Gemparkan Sumut

Kenaikan harga juga terjadi pada ikan jenis lain, seperti ikan kakap yang biasanya Rp45 ribu/kg, kini naik menjadi Rp47 ribu/kg. Demikian juga dengan harga ikan nilai yang sudah mencapai Rp45 ribu/kg, dan ikan gurame yang harganya menembus Rp55 ribu/kg.

Baca juga: Warga Muna Gempar, Bocah 9 Tahun Pamit ke Masjid untuk Mengaji Ditemukan Tewas di Laut

Hingga kini, banjir masih merendam di sejumlah lokasi di Pekalongan, dan Batang. Seperti di Desa Jeruksari, dan Desa Tegal Dowo, Kabupaten Pekalongan, di mana rumah warga terendam banjir dengan ketinggian antara 30-50 cm. Upaya mengalirkan genangan air dengan pompa masih terus dilakukan, agar air segera surut dan aktivitas warga tidak terganggu.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top