Jejak Pejuang Kemerdekaan di Penjara Tanpa Nama

Minggu, 28 Februari 2021 - 05:02 WIB
loading...
Jejak Pejuang Kemerdekaan...
Bangunan kokoh berusia ratusan ini sebuah penjara peninggalan Balanda, terletak di Kelurahan Airmata, Kecamatan Kota Lama, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto istimewa
A A A
SEBUAH bangunan tua bergaya Eropa tersusun dari batu karang yang dipahat membentuk kotak persegi. Bangunan itu dilapisi pasir laut yang dicuci air tawar dan adukan semen. Konon, menurut cerita, semen itu khas buatan negeri Belanda .

Bangunan kokoh berusia ratusan tahun ini berada di bantaran aliran sungai yang bermuara di teluk Kupang. Masyarakat di Kelurahan Airmata, Kecamatan Kota Lama, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tempat bangunan itu berdiri, menyebut bangunan itu dengan sebutan penjara lama. Baca juga: Giliran Parlemen Belanda Sebut Perlakuan China Terhadap Uighur Genosida

Ya, ini penjara tua yang ada sejak jaman penjajahan Belanda . Menurut cerita masyarakat sekitar, penjara ini dibangun pada jaman VOC, ketika kompeni Belanda mampu menyingkirkan pesaingnya, yaitu Portugis dari tanah Timor pada tahun 1653 dan menguasai Benteng Concordia.

Penjara lama ini merupakan satu-satunya penjara yang ada di Kota Kupang hingga tahun 1979. Penjara lama berhenti beroperasi pada tahun 1979 ketika Lembaga Pemasyarakat (LP) baru dibangun di daerah Penfui. Baca juga: Kisah Tongggak Kayu Jati Penyangga Benteng Pendem, Diguncang Gempa Tetap Utuh

Sejak LP baru ada, penjara lama dibiarkan terbengkalai tak terurus oleh dinas terkait, hingga sekarang penjara lama ini menjadi tempat tinggal bagi beberapa keluarga. Hingga kini tidak ada yang tahu persis, kapan penjara itu di bangun. Pun penjara itu tidak diketahui apa namanya. Warga hanya menyebutnya dengan sebutan penjara lama.

Jejak Pejuang Kemerdekaan

Penjajah Belanda membangun penjara di tanah Timor, Kupang. Memilih tanah berbatu karang menjadi tempat untuk memenjarakan para 'pembangkang' terhadap penjajah tentu memiliki alasan. Kupang dari sisi geografis, sangat jauh dari tanah Jawa, pusat hiruk-pikuk para pejuang Tanah Air melawan penjajah. Baca juga: 'Perang' Geng Picu Kerusuhan di 3 Penjara Ekuador, 62 Napi Tewas

Tercatat, ada banyak tokoh pejuang yang dibuang ke penjara tanpa nama itu. Menurut catatan sejarah, beberapa pejuang pernah dibuang di sana. Sebut misalnya Pangeran Surya Mataram. Pangeran asal Jawa Tengah ini diasingkan ke Kupang karena terlibat dalam Perang Diponogoro tahun 1825-1830. Surya Mataram adalah saudara dari Pangeran Mangkudiningrat. Menurut cerita Imam Birando bin Tahir, Pangeran Surya Mataram adalah anak buah Pangeran Diponogoro . Saat berada di Kupang, ia berdiam di Kampung Airmata Kupang. Diceritakan, saat dia balik ke Jawa, dia meninggalkan kenang-kenangan berupa sehelai kain wasiat dan sebilah keris.

Peninggalan keris ini, masih tersimpan di Desa Airmata Kupang. Selain itu, ada juga Dipati Amir bin Bahren dan Panglima Hamzah (Cing) bin Bahren. Kedua pejuang ini berasal dari Pulau Bangka. Mereka diasingkan pemerintah Belanda ke Kupang tahun 1860 karena keterlibatan mereka dalam perlawanan rakyat Bangka di Gunung Maras. Baca juga: GKJW Maron Blitar, Cerita Gereja Yang Didirikan Pengikut Pangeran Diponegoro

Di Kupang, keduanya aktif menyebarkan ajaran Islam di tengah masyarakat. Warsian Dipati Amir Bahren berupa Masjid Bonipoi Kupang. Dipati Amir wafat di Kupang tahun 1885, sedangkan Panglimah Hamzah Bahren wafat tahun 1.900 juga di Kupang .

Kyai Arshad, pemimpin pergerakan dari Banten, Sultan Muhamad Sirajudin, Kesultanan Dompu dan raja Sonbay juga pernah dipenjara di tempat ini. Banyak tokoh pergerakan beragama Islam yang bermukim di Airmata membuat kampung ini menjadi cikal bakal perkampungan muslim pertama di Kupang. Salah satu perjuang terkenal lain adalah Tan Malaka yang juga diasingkan pada Januari 1922.

Singkatnya, penjara lama ini telah menampung para tokoh yang dianggap bersalah di berbagai masa, mulai dari masa prakemerdekaan, masa penajahan Jepang, masa agresi Belanda kedua, peristiwa Orde Lama, G 30 /PKI, dan terakhir pada masa Orde Baru. Baca juga: 7 Pekerja Pembangunan Bendungan Maniki Tersambar Petur, Perusahaan Tanggung Semua Biaya

Namun, nasib penjara tanpa nama alias penjara lama tidak bisa dipertahankan untuk menyimpan jejak sejara. Ia berakhir tahun 1979, ketik penjara baru dibangun.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Negatif Narkoba, Sopir...
Negatif Narkoba, Sopir Mobil Ugal-ugalan di Gunung Sahari Terancam 4 Tahun Penjara
Kisah Bung Tomo Mengenyam...
Kisah Bung Tomo Mengenyam Pendidikan di Sekolah Elite Belanda, Keluarganya Ternyata Pejabat Polisi
Kisah Penyamaran Untung...
Kisah Penyamaran Untung Surapati, dari Jualan Sirih hingga Kumpulkan Pasukan Pejuang di Batavia
Ajoeba Wartabone, Pejuang...
Ajoeba Wartabone, Pejuang Indonesia Timur yang Gelorakan Persatuan di Awal Republik
Cerita Pasukan KNIL...
Cerita Pasukan KNIL yang Didominasi Pribumi Dikerahkan Belanda Berperang Lawan Jepang
Kisah Untung Suropati...
Kisah Untung Suropati Dihukum Cambuk dan Dipenjara Akibat Mencintai Anak Juragan Belanda
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
Eks Wamenaker Noel Resmi...
Eks Wamenaker Noel Resmi Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun Penjara
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Rekomendasi
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Misi Evelyne Bongkar...
Misi Evelyne Bongkar Kebenaran Dimulai dalam Undercover Ex Girlfriend di V+Short, Simak Sinopsisnya!
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Berita Terkini
Lawan Tawuran dan Bullying,...
Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
Infografis
6 Alasan Ribuan Narapidana...
6 Alasan Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved