7 Pekerja Pembangunan Bendungan Maniki Tersambar Petur, Perusahaan Tanggung Semua Biaya

loading...
7 Pekerja Pembangunan Bendungan Maniki Tersambar Petur, Perusahaan Tanggung Semua Biaya
PT Wika Adhi Jaya Konstruksi, menanggung seluruh biaya pekerjanya yang menjadi korban sambaran petir. Foto/iNews TV/Eman Suni
KUPANG - Tujuh pekerja proyek saluran air yang tersambar petir di Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, pasa Selasa (1/12/2020) siang, akan menjadi tangungan perusahan kontraktor pelaksana proyek.

(Baca juga: Usai Digeruduk Ratusan Massa, Banser Kerahkan Pasukan Jaga Rumah Ibunda Mahfud MD )

Bentuk tangggung jawab ini antara lain dalam bentuk memberikan pertolongan saat kejadian tersambar petir dan membawanya ke rumah sakit, bantuan peti jenasah, biaya rumah sakit, hingga pemberian santunan.

Proyek pembangunan Bendungan Manikin ini, dilaksanakan oleh PT Wika Adhi Jaya Konstruksi. Diduga, petir menyambar para pekerja karena ada kandungan mangan yang sangat tinggi di tanah.





Lapisan logam mangan tersebut, menjadi penghantar listrik yang sangat cepat, sehingga aliran listrik dari petir dengan cepat menyambar para pekerja. Tiga orang tewas dalam kejadian ini, sementara empat orang harus mendapat perawatan medis.

Humas PT Wika Adhi Jaya Konstruksi, Hadi Wiyono mengatakan, dalam peristiwa ini kontraktor pelaksana bertanggung jawab terhadap para pekerja yang menjadi korban. "Kami memberikan peti jenasah, fasilitas pemakaman, dan akan diberikan santunan duka," ujarnya.



(Baca juga: Pengguna Tol Gempol-Pandaan Heboh, Kobaran Api Lalap Ambulans Pengangkut Jenazah )

Sementara untuk empat orang yang masih dalam perawatan medis, menurutnya perusahan membantu biaya pengobatan dan santunan kecelakaan kerja. Ketiga korban tewas sudah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman, sementara empat orang yang dirawat di rumah sakit kondisinya semakin membaik.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top