Tersisa Kalasan Zona Merah COVID-19 di Sleman, Dipicu Klaster Karyawan

loading...
Tersisa Kalasan Zona Merah COVID-19 di Sleman, Dipicu Klaster Karyawan
Peta epidemologi COVID-19 Sleman per 20 Februari 2021. Foto: Istimewa
SLEMAN - Kasus COVID-19 di Sleman terus menunjukkan angka positif bahkan diklaim terus menurun. Indikatornya, dari 17 kapenewonan kini tersisa Kalasan yang masih berstatus zona merah COVID-19 , sementarasembilan lainnya zona orange dan tujuh zona kuning.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, secara umum kasus COVID-19 di Sleman terus menurun.Awal Januari 2021 untuk Kapenewonan merata zona merah, namun mulai bertahapmanjadi orange dan kuning dan pada akhir Februari 2021.

Baca juga: Masuk Zona Merah, Pemkab Bekasi Tutup Tempat Ibadah di RT dan RW

“Tinggal satu yang zona merah, yaitu Kalasan, lainnya orange dan kuning. Saat ini Sleman masuk kategori zona orange,” kata Joko, Selasa (23/2/2021).

Joko menjelaskan dari hasil observasi,zona merah di Kapanewon Kalasan disebabkan oleh klaster karyawan. Di mana para karyawan yang bertempat tinggal di kos atau asrama menularkan kepada penghuni kos lainnya. “Saat ini di Kapanewon Kalasan terdapat 118 kasus aktif COVID-19 . Semua kasus merupakan klaster karyawan,” paparnya.



Baca juga: 125 Santri Ponpes Persis 67 Benda Tasikmalaya Dipulangkan Setelah Jalani Isolasi

Dia menambahkan pasien COVID-19 di Kapanewon Kalasan, sebagian memilih melakukan isolasi mandiri di tempat tinggalnya dan sebagian lainnya, memilih isolasi di fasilitas kesehatan COVID-19 di Asrama Haji DIY, yang merupakan shelter bagi pasien COVID-19 yang disediakan oleh Pemkab Sleman.

Secara akumulatif kasus COVID-19 di Sleman, hingga Selasa (23/2/2021) pukul 18.00 WIB terkonfirmasitercatat ada9.793 kasus. Rinciannya dirawat 982 orang, sembuh 8.549 orang, meninggal dunia 262 orang. “Dari jumlah itu bergejala 4.406 orang dan tanpa bergejala 5.387 orang,” pungkasnya.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top