Jadi Korban Banjir, Puluhan Pengungsi Nekat Mengemis di Tengah Jalur Pantura
Minggu, 21 Februari 2021 - 09:55 WIB
loading...
Puluhan korban banjir di Pantura Subang, Jawa Barat, terpaksa mengemis di tengah jalur Pantura, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Foto/iNews TV/Yudy Heryawan Juanda
A
A
A
SUBANG - Memilukan. Puluhan pengungsi korban banjir di Subang, Jawa Barat, terpaksa mengemis di tengah jalur Pantura. Mereka menantang maut untuk mendapatkan uang, demi memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Baca juga: Di Tengah Kepungan Banjir, Sabhara Polres Pekalongan Kota Berjibaku Evakuasi Lansia
Aksi mengemis berjamaan itu, salah satunya terlihat di Jembatan Cipunagara, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang. Puluhan orang menantang maut mengais uang pengguna jalan, karena mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tak jarang, ibu rumah tangga yang masih memiliki anak balita juga turut mengemis di tengah jalan sambil menggendong anaknya. Warga kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, dan bantuan mulai berkurang setelah banjir mulai surut.
Baca juga: Forkas Jatim Kirim 350 Paket Sembako untuk Bantu Korban Longsor Nganjuk
Meskipun kendaraan besar melintas dengan kecepatan tinggi, tidak menciutkan nyali mereka, justeru kendaraan-kendaraan tersebut menjadi target untuk meminta-minta. "Bantuan mulai berkurang, setelah banjir surut. Sementara kami belum bisa mencari nafkah," ujar Eka, salah satu korban banjir .
Baca juga: Di Tengah Kepungan Banjir, Sabhara Polres Pekalongan Kota Berjibaku Evakuasi Lansia
Aksi mengemis berjamaan itu, salah satunya terlihat di Jembatan Cipunagara, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang. Puluhan orang menantang maut mengais uang pengguna jalan, karena mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tak jarang, ibu rumah tangga yang masih memiliki anak balita juga turut mengemis di tengah jalan sambil menggendong anaknya. Warga kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, dan bantuan mulai berkurang setelah banjir mulai surut.
Baca juga: Forkas Jatim Kirim 350 Paket Sembako untuk Bantu Korban Longsor Nganjuk
Meskipun kendaraan besar melintas dengan kecepatan tinggi, tidak menciutkan nyali mereka, justeru kendaraan-kendaraan tersebut menjadi target untuk meminta-minta. "Bantuan mulai berkurang, setelah banjir surut. Sementara kami belum bisa mencari nafkah," ujar Eka, salah satu korban banjir .
Lihat Juga :