PT Barata Indonesia Garap 13 Proyek Hidromekanikal
Jum'at, 19 Februari 2021 - 22:59 WIB
loading...
Bendungan Tapin yang berada di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
A
A
A
SURABAYA - PT Barata Indonesia (Persero) setidaknya telah menggarap 13 proyek hidromekanikal di sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satunya adalah proyek Bendungan Tapin yang berada di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dalam proyek senilai hampir Rp1 triliun tersebut, pekerjaan Barata Indonesia meliputi, Engineering, Fabrikasi Mekanikal, Elektrikal, Erection hingga Commissioning. Bendungan Tapin tersebut memiliki kapasitas 70,52 juta m3 dan akan mengairi lahan seluas 5.472 hektar di Kabupaten Tapin.
Baca juga: Volume Ekspor Perikanan Jatim Selama 2020 Mencapai 31.000 Ton
Direktur Utama PT Barata Indonesia, Fajar Harry Sampurno mengatakan, pihaknya akan terus mendukung upaya pemerintah dalam rangka mewujudkan ketahanan air dan pangan nasional. Hal ini sejalan dengan filosofi bisnis perseroan FEW+ (Food, Energy, Water), dimana pengelolaan sumber daya air merupakan hal penting dalam rangka mendukung produksi pangan yang berkelanjutan.
"Barata melalui kompetensi Divisi Sumber Daya Air akan terus mendukung penuh project pekerjaan hydromechanical tanah air. Bahkan hingga sisi tersiernya dalam upaya mengembangkan PLTA (pembangkit listrik tenaga air),” katanya, Jumat(19/2/2021).
Dalam proyek senilai hampir Rp1 triliun tersebut, pekerjaan Barata Indonesia meliputi, Engineering, Fabrikasi Mekanikal, Elektrikal, Erection hingga Commissioning. Bendungan Tapin tersebut memiliki kapasitas 70,52 juta m3 dan akan mengairi lahan seluas 5.472 hektar di Kabupaten Tapin.
Baca juga: Volume Ekspor Perikanan Jatim Selama 2020 Mencapai 31.000 Ton
Direktur Utama PT Barata Indonesia, Fajar Harry Sampurno mengatakan, pihaknya akan terus mendukung upaya pemerintah dalam rangka mewujudkan ketahanan air dan pangan nasional. Hal ini sejalan dengan filosofi bisnis perseroan FEW+ (Food, Energy, Water), dimana pengelolaan sumber daya air merupakan hal penting dalam rangka mendukung produksi pangan yang berkelanjutan.
"Barata melalui kompetensi Divisi Sumber Daya Air akan terus mendukung penuh project pekerjaan hydromechanical tanah air. Bahkan hingga sisi tersiernya dalam upaya mengembangkan PLTA (pembangkit listrik tenaga air),” katanya, Jumat(19/2/2021).
Lihat Juga :