Kedapatan Main Billiard, Puluhan Remaja di Koba Dihukum Push-up
Jum'at, 19 Februari 2021 - 06:10 WIB
loading...
Puluhan remaja di salah satu tempat ketangkasan Billiard di Kota Koba mendapatkan sanksi disiplin berupa push-up. Foto: iNews.id/Rachmat Kurniawan
A
A
A
BANGKA TENGAH - Puluhan remaja tanggung di Kota Koba Kabupaten Bangka Tengah disanksi social berupa push-up karena kedapatan sedang asik bermain billiard, dengan tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 .
Baca juga: Usai Divksin, Lima Nakes di Bangka Tengah Terpapar COVID-19
Puluhan remaja ini terjaring operasi Yustisi yang dilakukan jajaran Polisi Sektor (Polsek) Koba bersama aparatur Kelurahan Koba dan Sat Pol PP Kecamatan Koba pada Kamis (18/02/2021) malam.
Baca juga: Kocar-kacir Hindari Razia, Pemotor di Blitar Malah Tabrak Petugas
“Operasi Yustisi ini menyasar tempat-tempat kerumunan, seperti tadi kita mulai dari kawasan Bundaran Ikan Koba, dilanjutkan ketempat-tenpat hiburan dan kawasan Alun-alun Kota Koba," ujar Plt Lurah Koba, Sapril pada Kamis (18/02/2021).
Baca juga: 59 Tenaga Kesehatan Puskesmas Koba di Vaksin Covid-19
Dari hasil operai ini masih banyak dijumpai remaja yang tidak mengindahkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker dan menjaga jarak dengan berkerumun. “Bagi remaja yang terjaring operasi ini kita berikan teguran keras dan sanksi disiplin seperti pus up," ujar Sapril.
Baca juga: Usai Divksin, Lima Nakes di Bangka Tengah Terpapar COVID-19
Puluhan remaja ini terjaring operasi Yustisi yang dilakukan jajaran Polisi Sektor (Polsek) Koba bersama aparatur Kelurahan Koba dan Sat Pol PP Kecamatan Koba pada Kamis (18/02/2021) malam.
Baca juga: Kocar-kacir Hindari Razia, Pemotor di Blitar Malah Tabrak Petugas
“Operasi Yustisi ini menyasar tempat-tempat kerumunan, seperti tadi kita mulai dari kawasan Bundaran Ikan Koba, dilanjutkan ketempat-tenpat hiburan dan kawasan Alun-alun Kota Koba," ujar Plt Lurah Koba, Sapril pada Kamis (18/02/2021).
Baca juga: 59 Tenaga Kesehatan Puskesmas Koba di Vaksin Covid-19
Dari hasil operai ini masih banyak dijumpai remaja yang tidak mengindahkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker dan menjaga jarak dengan berkerumun. “Bagi remaja yang terjaring operasi ini kita berikan teguran keras dan sanksi disiplin seperti pus up," ujar Sapril.
(nic)
Lihat Juga :