Alamak! Penjualan Sex Toy Laris Manis saat Lockdown di Kolombia
Jum'at, 17 April 2020 - 20:35 WIB
loading...
A
A
A
Reuters telah mewawancarai pemilik enam toko online sex toy di Kolombia. Semua mengaku mengalami peningkatan penjualan sejak penerapan lockdown.
Warga Kolombia harus tetap di rumah hingga 27 April, kecuali untuk membeli makanan, obat-obatan dan datang ke bank.
Psikolog Dr Caroline Guzman menyatakan sex toy dapat membantu orang tetap bersemangat selama isolasi panjang dan mungkin mengurangi keinginan itu.
“Kolombia memiliki konsep sangat konservatif tentang seksualitas dan pembahasan tentang itu. Ini waktu yang bagus bagi orang untuk membuat mereka menjawab keingintahuannya dan memahami bahwa membeli dan menggunakan produk-produk itu adalah hal yang besar,” ujar Guzman.
Negara-negara lain juga mengalami fenomena sama. Penjualan sex toy di Denmark naik lebih dari dua kali lipat.
Adapun jaringan lingerie Inggris, Ann Summers menyatakan penjualan sex toy naik 27% pada pekan terakhir Maret. (BACA JUGA: Anak-anak Muda di Thailand Dukung Hong Kong dan Taiwan Merdeka, China Marah)
Warga Kolombia harus tetap di rumah hingga 27 April, kecuali untuk membeli makanan, obat-obatan dan datang ke bank.
Psikolog Dr Caroline Guzman menyatakan sex toy dapat membantu orang tetap bersemangat selama isolasi panjang dan mungkin mengurangi keinginan itu.
“Kolombia memiliki konsep sangat konservatif tentang seksualitas dan pembahasan tentang itu. Ini waktu yang bagus bagi orang untuk membuat mereka menjawab keingintahuannya dan memahami bahwa membeli dan menggunakan produk-produk itu adalah hal yang besar,” ujar Guzman.
Negara-negara lain juga mengalami fenomena sama. Penjualan sex toy di Denmark naik lebih dari dua kali lipat.
Adapun jaringan lingerie Inggris, Ann Summers menyatakan penjualan sex toy naik 27% pada pekan terakhir Maret. (BACA JUGA: Anak-anak Muda di Thailand Dukung Hong Kong dan Taiwan Merdeka, China Marah)
Lihat Juga :