Bencana Hidrometeorologi Mengintai, BPBD KBB Minimalisasi Korban Jiwa
Sabtu, 13 Februari 2021 - 21:49 WIB
loading...
A
A
A
Itu tujuannya agar tidak ada korban jiwa dan meminimalisasi kerugian. Pasalnya tahun lalu, dari total 345 kejadian bencana mengakibatkan sebanyak 2.504 jiwa jiwa terdampak dan 4 meninggal dunia. Adanya korban jiwa karena salah satunya tidak cepat mengungsi ketika tanda-tanda bencana akan muncul.
Dari jumlah kejadian bencana tersebut, yang paling dominan adalah bencana longsor. Yakni ada sebanyak 143 kejadian dengan jumlah jiwa terdampak 774 dan satu orang meninggal. Disusul Kebakaran 69 kejadian, angin puting beliung 93, banjir bandang 16, pergerakan tanah 23, dan gempa bumi 1 kejadian.
Menurutnya, kecamatan rawan bencana di KBB di antaranya Kecamatan Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, Cililin. Lalu Kecamatan Cipatat, Saguling, Cisarua, Parongpong, Lembang, dan Ngamprah yang semuanya rawan longsor dan banjir bandang ketika musim penghujan datang. Baca juga: Penyebab Banjir Kalimantan Selatan, BMKG: Efek Fenomena La Nina
Sebagai antisipasi dini bencana, pihaknya telah bekerjasama dengan BMKG untuk memasang alat deteksi pergerakan tanah di beberapa lokasi di antaranya Cililin, Cikalongwetan, Cisarua, Ngamprah, dan Saguling. Termasuk menyiapkan 50 personel lapangan yang akan bergerak jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam, serta petugas piket yang stanby 24 jam.
"Kami prediksi tahun ini bencana yang dominan akan terjadi sama seperti tahun lalu, longsor dan banjir bandang. Ini dikarenakan 11 dari total 16 kecamatan di KBB masuk kategori rawan longsor dan banjir bandang," sebutnya.
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, meminta kepada aparatur wilayah baik camat dan kepala desa untuk menyiapkan relawan bencana yang ada di wilayahnya masing-masing. Selain sebagai tim yang bisa bergerak cepat ketika terjadi bencana, mereka juga harus menjadi duta sosialisasi soal kebencanaan ke masyarakat.
Dari jumlah kejadian bencana tersebut, yang paling dominan adalah bencana longsor. Yakni ada sebanyak 143 kejadian dengan jumlah jiwa terdampak 774 dan satu orang meninggal. Disusul Kebakaran 69 kejadian, angin puting beliung 93, banjir bandang 16, pergerakan tanah 23, dan gempa bumi 1 kejadian.
Menurutnya, kecamatan rawan bencana di KBB di antaranya Kecamatan Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, Cililin. Lalu Kecamatan Cipatat, Saguling, Cisarua, Parongpong, Lembang, dan Ngamprah yang semuanya rawan longsor dan banjir bandang ketika musim penghujan datang. Baca juga: Penyebab Banjir Kalimantan Selatan, BMKG: Efek Fenomena La Nina
Sebagai antisipasi dini bencana, pihaknya telah bekerjasama dengan BMKG untuk memasang alat deteksi pergerakan tanah di beberapa lokasi di antaranya Cililin, Cikalongwetan, Cisarua, Ngamprah, dan Saguling. Termasuk menyiapkan 50 personel lapangan yang akan bergerak jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam, serta petugas piket yang stanby 24 jam.
"Kami prediksi tahun ini bencana yang dominan akan terjadi sama seperti tahun lalu, longsor dan banjir bandang. Ini dikarenakan 11 dari total 16 kecamatan di KBB masuk kategori rawan longsor dan banjir bandang," sebutnya.
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, meminta kepada aparatur wilayah baik camat dan kepala desa untuk menyiapkan relawan bencana yang ada di wilayahnya masing-masing. Selain sebagai tim yang bisa bergerak cepat ketika terjadi bencana, mereka juga harus menjadi duta sosialisasi soal kebencanaan ke masyarakat.
Lihat Juga :