Awas! 522 RT di Sleman Masuk Zona Kuning COVID-19

Kamis, 11 Februari 2021 - 18:12 WIB
loading...
Awas! 522 RT di Sleman...
ilustrasi
A A A
SLEMAN - Sebanyak 522 dan 7.414 atau 7% wilayah RT di Sleman masuk zona kuning COVID-19 dan 1 RT masuk zona orange COVID-19. Sisanya masuk zona hijau dan tidak ada yang masuk zona merah COVID-19.

Hal ini diketahui setelah Pemkab Sleman melakukan pemetaaan zona pada masa pemberlakuan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) berbasis mikro, mulai 9 Februari-22 Februari 2021.

Pendataan tersebut untuk menentukan kebijakan dalam penangganan COVID-19 di Sleman selama PTKM, sehingga penyebaran COVID-19 dapat diminimalisir.

Baca juga: Tragis! Warga Grobogan Diduga Hendak Bunuh Diri Tabrak Kereta Api

"Hasil pemetaaan mayoritas RT zona hijau dan tdak ada RT zona merah," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, Kamis (11/2/2021).

Joko menjelaskan, pemetaan zona tersebut untuk penanganan COVID-19 pada masa PTKM berbasis mikro. Penanganan tiap zona berbeda, sebagaimana diatur dalam Intruksi Mendagi, Gubernur DIY dan Bupati Sleman nomor 4/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro untuk menekan laju penularan COVID-19.

Baca juga: Polres Salatiga Siapkan Puluhan Vaksinator dan Tracer COVID-19

Wilayah RT masuk zona hijau jika tidak ada kasus COVID-19. RT zona kuning jika terdapat 1 - 5 rumah yang positif corona dalam sepekan terakhir. Skenario pengendalian dengan menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat. Lalu, untuk pasien positif dan kontak erat melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan ketat.

RT zona orange, jika ada 6-10 rumah positif, skenario pengendalian dengan menemukan kasus suspek, Kontak erat dan melakukan isolasi mandiri. Selain itu, di wilayah tersebut dilakukan penutupan terhadap tempat ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya. Kecuali sektor esensial.

Untuk RT zona merah, jika terdapat kasus positif lebih dari 10 rumah. Wilayah RT yang masuk zona merah maka penanganan dilakukan dengan Ketat. Menemukan kasus suspek dan kontak erat. Wajib isolasi mandiri.

Penutupan tempat ibadah dan tempat bermain anak serta tempat umum lainnya. Pelarangan kerumunan lebih dari 3 orang serta meniadakan kegiatan sosial kemasyarakatan dan membatasi keluar-masuk wilayah tersebut maksimal hingga pukul 20.00 WIB. “Bagi wilayah dengan kategori zona merah dijaga dan dipantau oleh Jaga Warga,” paparnya.

Joko menambahkan data zonasi tingkat RT tersebut akan selalu diperbarui dan dipublish seminggu sekali. Untuk itu tim tracer akan selalu melakukan upate data setiap hari. Sehingga jika ada perubahan zona segeta dapat diketahui. "Begitu ada yang merah atau penambahan yang orange, kita publish insidentil," terangnya.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan jika ada wilayah yang masuk zona merah, maka semua kebutuhan akan disuplai. Untuk itu pos jaga warga yang dipusatnya di Padukuhan akan memantau sekaligus mengkoordinir suplai kebutuhan hidup warga yang isolasi mandiri ketika wilayahnya harus ditutup atau diperketat mobilitasnya karena menjadi zona merah.

"Karena orang di dalamnya tidak bekerja, maka kecukupan makan dimonitor oleh kelurahan, dikoordinasikan dengan dukuh dan RT/RW setempat," terangnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Majelis Hakim Nyatakan...
Majelis Hakim Nyatakan Raudi Akmal Tak Terlibat dalam Perkara Hibah Pariwisata Sleman
Partai Perindo Dukung...
Partai Perindo Dukung Kustini-Sukamto Maju di Pilbup Sleman 2024
Sleman Gempar! Wanita...
Sleman Gempar! Wanita Asal Kudus Ditemukan Tewas di Kamar Indekos
Rapat Konsolidasi, Caleg...
Rapat Konsolidasi, Caleg Perindo Sleman Siap Menangkan Pemilu 2024
Hadiri IDC, Ridwan Kamil...
Hadiri IDC, Ridwan Kamil Sebut Pandemi Covid-19 Percepat Disrupsi Digital
Sejarah Keberadaan dan...
Sejarah Keberadaan dan Asal-usul Nama Kabupaten Sleman Penghasil Salak Pondoh
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
Rekomendasi
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Haji Bolot Sempat Tolak...
Haji Bolot Sempat Tolak Pakai Kursi Roda Meski Alami Sesak Napas Hebat
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Berita Terkini
Polisi Tutup Sementara...
Polisi Tutup Sementara Jalan Sudirman Imbas Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Bersitegang dengan Aparat,...
Bersitegang dengan Aparat, Massa BEM UI Tertahan di Semanggi saat Menuju Bundaran HI
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved