Ajakan Perkawinan Anak Semakin Meresahkan dan Kontra Produktif

Kamis, 11 Februari 2021 - 10:02 WIB
loading...
Ajakan Perkawinan Anak...
Foto ilustrasi/SINDOnews
A A A
SURABAYA - Di tengah pandemi COVID-19 mulai bermunculan ajakan untuk menikah muda atau pernikahan anak . Tak tanggung-tanggung, ajakan yang dilakukan wedding orginizer bernama Aisha Weddings dilakukan secara masif di media sosial.

Bahkan, ajakan itu juga dilakukan dalam bentuk brosur yang diselipkan di media cetak. Narasi yang dibangun melalui postingan di berbagai lini media sosial kebanyakan berisi ajakan menikah muda dengan berbagai alasan yang referensinya masih diragukan, apalagi mengajak pernikahan anak. Baca juga: Kisah Penganut Kejawen yang Nekat Bunuh Diri karena Pernikahan Anak Tak Sesuai Primbon Jawa

Salah satu narasi yang dibangun dalam postingan di media sosial seperti, “Menikah Muda itu Baik bagi Anak-Anak”; “Hal indah ini hanya dirasakan oleh Kamu yang Menikah Muda”; “Aisha Weddings Percaya akan pentingnya Nikah Siri”

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur Dr. Andriyanto, SH, MKes menuturkan, dari aspek kesehatan sudah jelas kalau perkawinan anak akan cenderung berakibat tingginya angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), stunting dan kehilangan generasi yang unggul. Semua itu disebabkan karena organ reproduksi perempuan dan laki-laki yang masih di bawah umur masih belum matang dan berisiko tinggi ketika hamil.

“Di samping itu juga, akibat perkawinan anak sangat berdampak pada kualitas SDM dan kemiskinan. Anak yang kawin usia muda akan cenderung putus sekolah, kemudian ketika masuk ke dunia kerja, dengan pendidikan yang rendah maka upah yang diterima menjadi rendah dan kemiskinan akan bertambah,” kata Andri, Kamis (11/2/2021). Baca juga: Pria 48 Tahun Nikahi Anak Perempuan 13 Tahun, Dijadikan Istri Kelima

Ia melanjutkan, pada awal 2021 sebenarnya telah diterbitkan SE Gubernur Jawa Timur Nomor. 810 Tahun 2021 tanggal 18 Januari 2021 tentang Pencegahan Perkawinan Anak kepada Bupati/Walikota se- Jawa Timur yang bertujuan meningkatkan perlindungan anak. Termasuk memenuhi hak anak, mengendalikan kuantitas dan meningkatkan kualitas penduduk.

Makanya, katanya, ajakan untuk melakukan perkawinan anak oleh Aisha Weddings menjadi kontra produktif dan berakibat buruk bagi generasi muda di Jawa Timur. Dari hasil sensus penduduk terdapat 23,96% termasuk Generasi Z yang perkiraan usia sekarang 8-23 tahun. “Dengan data itu, Jawa Timur akan kehilangan satu generasi ke depannya bila ajakan ini tidak segera dicegah,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Transparansi...
Dorong Transparansi Pendanaan NGO, Mahasiswa Jatim Minta Negara Perkuat Pengawasan
ESQ Raih Penghargaan...
ESQ Raih Penghargaan atas Inovasi Pemetaan Talenta ASN Terbanyak dan Termodern Berbasis AI di Jawa Timur
2 Dosen di Jawa Timur...
2 Dosen di Jawa Timur Ajari Ibu Rumah Tangga di Dukuh Setro Buat Minuman Herbal
Survei ARCI: 75,5% Warga...
Survei ARCI: 75,5% Warga Jawa Timur Puas Kebijakan Energi Prabowo–Gibran
Gempa M5,7 Guncang Banyuwangi
Gempa M5,7 Guncang Banyuwangi
Cegah Pernikahan Anak,...
Cegah Pernikahan Anak, Askrindo Gencarkan Sosialisasi di Lombok Tengah
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Lengkapi Berkas Perkara...
Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Anwar Sadad, KPK Periksa 6 Saksi
Cek Jadwal dan Kuota...
Cek Jadwal dan Kuota Jalur Prestasi SPMB Jatim 2026, Ada Golden Ticket
Rekomendasi
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved