Banjir Semarang Rendam Obyek Vital, Menhub: Harus Ada Upaya Menyelesaikannya
Minggu, 07 Februari 2021 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
"Kemarin pak Basuki sudah ngecek, termasuk peran polder yang ada. Saya usulkan agar ditambah pompanya dan pak Basuki sepakat. Ini sedang proses, mudah-mudahan bisa lebih cepat," katanya.
Termasuk penanganan di bandara Ahmad Yani Semarang dan Stasiun Tawang. Menhub sudah turun dan menyiapkan apa yang harus dilakukan. Baca juga: Hujan Deras, Tol Cipali Km 136 Terendam Banjir, Arus Lalu Lintas Tersendat
"Tadi saya satu mobil dengan pak Mehub dan diskusi banyak. Kami sepakat untuk di bandara segera dilakukan pengecekan kapasitas pompa yang ada apakah bisa menyelesaikan atau tidak. Tadi juga disepakati pak Dirjen SDA untuk membuat design Q100 atau pengelolaan agar 100 tahun kawasan itu tahan menghadapi banjir ," jelasnya.
Baca juga: Hari Ini Mulai Dilakukan Lockdwon, Bisnis Hotel di Lembang Terjun Bebas
Termasuk penanganan di Stasiun Tawang, Ganjar juga mengatakan sudah ada mekanisme yang akan dilakukan. Pihaknya akan terus mendorong kerjasama antara pusat, provinsi dan kota dalam percepatan program itu.
"Mudah-mudahan bisa segera dilaksanakan saja. Tapi sambil menunggu itu, kami minta semuanya siaga karena BMKG sudah mengingatkan cuaca ekstrem sampai seminggu," ujarnya.
Termasuk penanganan di bandara Ahmad Yani Semarang dan Stasiun Tawang. Menhub sudah turun dan menyiapkan apa yang harus dilakukan. Baca juga: Hujan Deras, Tol Cipali Km 136 Terendam Banjir, Arus Lalu Lintas Tersendat
"Tadi saya satu mobil dengan pak Mehub dan diskusi banyak. Kami sepakat untuk di bandara segera dilakukan pengecekan kapasitas pompa yang ada apakah bisa menyelesaikan atau tidak. Tadi juga disepakati pak Dirjen SDA untuk membuat design Q100 atau pengelolaan agar 100 tahun kawasan itu tahan menghadapi banjir ," jelasnya.
Baca juga: Hari Ini Mulai Dilakukan Lockdwon, Bisnis Hotel di Lembang Terjun Bebas
Termasuk penanganan di Stasiun Tawang, Ganjar juga mengatakan sudah ada mekanisme yang akan dilakukan. Pihaknya akan terus mendorong kerjasama antara pusat, provinsi dan kota dalam percepatan program itu.
"Mudah-mudahan bisa segera dilaksanakan saja. Tapi sambil menunggu itu, kami minta semuanya siaga karena BMKG sudah mengingatkan cuaca ekstrem sampai seminggu," ujarnya.
(eyt)
Lihat Juga :