Bonsai Pohon Kelapa, Cantik dan Banyak Diburu Pecinta Tanaman Hias

Sabtu, 06 Februari 2021 - 08:59 WIB
loading...
Bonsai Pohon Kelapa,...
Bonsai pohon kelapa semakin banyak diminati masyarakat, untuk mempercantik pekarangan rumah. Foto/iNews TV/Bambang Irawan
A A A
PALEMBANG - Memelihara tanaman hias semakin diminati masyarakat di masa pandemi COVOD-19. Salah satunya, tanaman hias yang sedang naik daun di Kota Palembang, adalah bonsai pohon kelapa .

Baca juga: Kreatif di Rumah dengan Koleksi Lego Botanical dan Bonsai

Pohon kelapa yang dikerdilkan ini, ternyata mendatangkan rezeki. Salah satunya Junaidi. Kakek berusia 60 tahun tersebut, merupakan petani pengembang bonsai pohon kelapa yang kini mulai kebanjiran permintaan.

"Dimasa pandemi COVID-19, banyak pekerjaan yang harus dilakukan dari rumah, sehingga terkadang butuh hiburan untuk menghilangkan stress, salah satunya dengan mengoleksi tanaman hias ," tuturnya.



Menurutnya, bonsai pohon kelapa bisa menjadi salah satu penghilang stres dan kepenatan saat harus tertahan di rumah di masa pandemi COVID-19. Bentuknya yang unik dapat dihadirkan di dalam rumah sebagai unsur dekorasi natural tambahan.

Baca juga: Hari Ini Mulai Dilakukan Lockdwon, Bisnis Hotel di Lembang Terjun Bebas

Warga Jalan Sukarela, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang ini, memiliki berbagai macam koleksi bonsai pohon kelapa yang diproduksinya sendiri. Yakni ada kelapa coklat, kelapa hijau, juga ada kelapa gading susu dan oranye yang dibonsai.

Butuh keuletan, dan ketelatenan dalam merawat bonsai agar menjadi tanaman hias yang memanjakan mata. Selain itu, merawat bonsai pohon kelapa juga membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Dia menyebutkan, untuk membuat bonsai kelapa , tunas kelapa yang baru tumbuh sebelumnya dibersihkan dan dipindahkan ke dalam pot yang sudah diberi media tanah dan pupuk. Ada juga yang diletakkan dalam media air, sehingga akarnya tumbuh. Hal ini bergantung selera akan dibentuk seperti apa bonsainya.

Baca juga: Tangis Histeris Keluarga Pecah, Saat Tatang Firmansyah Pulang Tinggal Nama

Junaidi membentuk bonsai pohon kelapa seperti perut semut, ada yang terlihat akarnya menyelubungi bonggol kelapa, dan ada juga yang original. Dia melakukan teknik sayat mawar pada kelopak-kelopak yang baru muncul pada pangkal tangkai daun.

"Kelopak tersebut disayat dengan pisau kecil, dipotong dan dibersihkan. Hal itu untuk menjaga agar daun kelapa yang lama tidak membesar, dan pohon kelapa tersebut tetap kerdil serta daunnya mengembang," tuturnya.

Dari hobi ini, kini Junaidi terus kedatangan para penghobi bonsai pohon kelapa . Mereka mencari tanaman yang menurut mereka unik untuk penghias pekarangan rumah. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga belasan juta rupiah.

Baca juga: Gerebek Tambang Ilegal, Satreskrim Polresta Barelang Tahan 6 Penambang

Sejumlah pameran bonsai pohon kelapa di berbagai daerah di Sumatera Selatan, telah diikuti Junaidi berulangkali. Bonsai pohon kelapa miliknya, bahkan telah dibeli oleh sejumlah kepala daerah. Kini Junaidi banyak memasarkan bonsai pohon kelapanya melalui media sosial. Dia juga dengan senang hati mengajarkan cara membuat bonsai pohon kelapa .

Salah satu penghobi bonsai pohon kelapa , Dedi Kesumah mengaku sangat tertarik dengan bonsai pohon kelapa yang dikembangkan Junaidi. "Bentuknya unik dan menarik. Sangat cantik kalau diletakkan di teras rumah atau ruang tamu," tuturnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Musda di Bandung,...
Gelar Musda di Bandung, Pengurus APKI Jabar Resmi Terbentuk
Kiai Muda Ganjar Edukasi...
Kiai Muda Ganjar Edukasi Budi Daya Pembibitan Buah di Nganjuk
Inovasi Masyarakat Manokwari...
Inovasi Masyarakat Manokwari Selatan, Mampu Olah Kelapa Jadi Obat Oles
Memilukan! Istri Tewas...
Memilukan! Istri Tewas dan Suami Kritis Tertimpa Pohon Kelapa saat Pulang dari Kebun
Budidaya Pepaya Kalifornia...
Budidaya Pepaya Kalifornia Keerom Tetap Menjanjikan di Tengah Naiknya Harga BBM
Kementan Bangun Nursery...
Kementan Bangun Nursery Modern Kelapa di Kabupaten Batang
Resmi Dibuka, FLOII...
Resmi Dibuka, FLOII Expo 2025 Dorong Ekspor Industri Hortikultura
Rahasia Monstera Tetap...
Rahasia Monstera Tetap Jadi Primadona Tanaman Hias Menurut Ahli IPB
Monstera Masih Jadi...
Monstera Masih Jadi Primadona Tren Tanaman Hias 2025, Sehelai Daun Dibanderol Rp100 juta
Rekomendasi
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
Ahmad Sahroni Bentuk...
Ahmad Sahroni Bentuk ASC Padel, Rekrut Pelatih Spanyol untuk Cetak Atlet
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved