HPN 2021: Media dan Semangat Nasionalisme di Tengah Pandemik
Selasa, 02 Februari 2021 - 12:28 WIB
loading...
Prof Dr Widodo Muktiyo, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika. Foto: Antara
A
A
A
JAKARTA - Pencarian makna berita serta penyajian makna berita merupakan pekerjaan rumah dan tantangan media massa . Jurnalisme dengan pemaknaan itulah yang diperlukan bangsa sebagai penunjuk jalan bagi penyelesaian persoalan-persoalan genting bangsa ini.
Dalam jurnalisme makna, yang dicari bukan sekadar fakta dan masalah yang tampak, melainkan latar belakang, riwayat, dan prosesnya, serta hubungan kausal ataupun hubungan interaktif.
Baca juga: Sambut HPN 2021, PWI Segera Umumkan Pemenang Anugerah Adinegoro
Setelah mengetahui makna, dan tahu duduknya perkara, pencarian dan pendekatan solusi perlu dipaparkan dengan pendekatan yang bermuatan keadilan, persamaan, serta pembelaan kepada yang lemah dan kepada yang banyak.
Begitu dalam dan jelas pernyataan almarhum Jakob Oetama dalam jurnalisme makna, yang disampaikan dalam pidato promosi saat pendiri Harian Kompas itu memperoleh gelar Doktor honoris causa (HC) di bidang komunikasi dari Universitas Gadjah Mada pada 17 April 2003 silam.
Pak JO, demikian sapaan akrab salah seorang begawan pers Indonesia ini, telah berpulang pada 9 September 2020. Namun, pikiran-pikiran besarnya masih terngiang dan terasa begitu relevan, terutama pada tantangan media dewasa ini.
Pun demikian pada suasana peringataan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 . Sebuah peringatan tahunan yang terasa begitu berbeda, karena kita masih berjuang keras melawan pandemik Covid-19 .
Dalam jurnalisme makna, yang dicari bukan sekadar fakta dan masalah yang tampak, melainkan latar belakang, riwayat, dan prosesnya, serta hubungan kausal ataupun hubungan interaktif.
Baca juga: Sambut HPN 2021, PWI Segera Umumkan Pemenang Anugerah Adinegoro
Setelah mengetahui makna, dan tahu duduknya perkara, pencarian dan pendekatan solusi perlu dipaparkan dengan pendekatan yang bermuatan keadilan, persamaan, serta pembelaan kepada yang lemah dan kepada yang banyak.
Begitu dalam dan jelas pernyataan almarhum Jakob Oetama dalam jurnalisme makna, yang disampaikan dalam pidato promosi saat pendiri Harian Kompas itu memperoleh gelar Doktor honoris causa (HC) di bidang komunikasi dari Universitas Gadjah Mada pada 17 April 2003 silam.
Pak JO, demikian sapaan akrab salah seorang begawan pers Indonesia ini, telah berpulang pada 9 September 2020. Namun, pikiran-pikiran besarnya masih terngiang dan terasa begitu relevan, terutama pada tantangan media dewasa ini.
Pun demikian pada suasana peringataan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 . Sebuah peringatan tahunan yang terasa begitu berbeda, karena kita masih berjuang keras melawan pandemik Covid-19 .
Lihat Juga :