Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Ekspor Kopi Tahun Ini Diproyeksikan Mencapai 70.000 Ton

loading...
Ekspor Kopi Tahun Ini Diproyeksikan Mencapai 70.000 Ton
Ekspor kopi Jawa Timur tahun ini diperoyeksi mencapai 70.000 ton.Foto/dok sindonews
SURABAYA - Pasar ekspor, terutama komoditas kopi tahun ini diprediksi lebih baik dibanding tahun 2020. Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (Gaeki) Jawa Timur memproyeksikan volume ekspor kopi tahun ini bisa mencapai 70.000 ton atau sama seperti di tahun 2019 atau sebelum pandemi COVID-19.

Adapun realisasi ekspor kopi asal Jatim pada 2020 tercatat hanya mencapai 64.621 ton. Jumlah tersebut turun 8% dibandingkan realisasi ekspor pada 2019 yakni mencapai 70.238 ton. Secara nilai, ekspor kopi Jatim mengalami penurunan 7% dari realisasi 2019 yang mencapai USD148,9 juta menjadi USD138,5 juta.

Baca juga: Ketuk Rumah Warga, Para Relawan Ini Edukasi Pinjaman Online

“Sebagian kopi produksi 2020 masih banyak yang tertahan atau belum sempat diekspor. Maka kita proyeksikan ekspor 2021 bisa naik 5 - 8 persen dari tahun lalu, termasuk produksi kopinya sendiri,” kata Sekretaris Gaeki Jatim, Ichwan Nursidik, Minggu (31/1/2021).



Dia menambahkan, melihat tren ekspor tiap triwulan di 2020 menunjukan dampak dari pandemi. Tercatat pada triwulan I 2020 volume ekspor kopi mampu tumbuh 6% dibanding tahun sebelumnya (yoy). Pada triwulan II 2020 mampu tumbuh 1%.

Kemudian pada triwulan III 2020 mulai turun -14% dan pada triwulan IV 2020 -16%. “Selain akibat pandemi, penyebab penurunan ekpsor juga disebabkan kelangkaan kontainer dalam pengiriman barang. Kalaupun ada, harganya sangat mahal sekali karena ada kenaikan tarif hingga 300%,” imbuhnya.

Baca juga: Tak Terima Warungnya Dirazia, Pemilik Warung di Tuban Nekat Tabrak Truk Satpol PP

Ichwan mengungkapkan, ekspor kopi tahun lalu menyasar 16 negara tujuan. Sekitar 5 negara diantaranya merupakan negara tujuan ekspor non tradisional yang relatif baru bagi eksportir Jatim. Yakni Filipina, Georgia, Uni Emirat Arab (UEA), Rusia dan Hong Kong.

Sementara negara tujuan ekspor yang selama ini sudah menjadi langganan kopi dari Jatim diantaranya Mesir, Italia, Malaysia, Jepang, Inggris, Taiwan, Belgia, Amerika Serikat, Thailand, Maroko dan Timor Leste. “Ekspor terbesar kopi Jatim adalah ke Mesir sekitar 28,48%. Disusul Italia 10,40%, Malaysia 9,41%, Jepang 8%, Inggris 6% dan Taiwan 4,16%,” pungkasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, selama Januari - Desember 2020, ekspor Jatim sebesar USD19,22 miliar atau turun 5,29% dibanding Januari - Desember 2019. Sedangkan untuk impor, selama Januari - Desember 2020 sebesar USD19,99 miliar atau turun sebesar 14,36% dibandingkan Januari - Desember 2019, yakni sebesar USD23,34 miliar.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top