Bawa Istri Orang, Mobil Kades di Rembang Dirusak di Jalur Pantura
Minggu, 31 Januari 2021 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
Seorang pria tiba-tiba juga menyerobot dan langsung membanting ponsel milik wanita , hingga hancur berantakan. Warga di sekitar lokasi nampak menonton. Tapi ada pula yang berusaha melerai.
Baca juga: Hujan Tangis Warnai Pemakaman Suyanto dan Riyanto Korban Sriwijaya Air SJ-182
Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre melalui Kapolsek Kragan, Iptu Wijaya mengakui pihaknya menerima laporan tindak kekerasan dan pengrusakan mobil , yang diduga melibatkan suami dan adik dari wanita yang berada di dalam mobil kepala desa.
Penanganan kasus dengan meminta keterangan saksi maupun korban terlebih dahulu. Hingga Sabtu (30/1/2021) malam, pemeriksaan sudah selesai. Pengakuan dari kepala desa beralasan ia secara tidak sengaja bertemu dengan wanita itu di jalan wilayah Kecamatan Sluke, kemudian dipersilahkan untuk menumpang mobilnya.
Baca juga: Bangkalan Gempar, Video Buaya Muara Membawa Potongan Kaki Manusia Viral
"Kalau pengakuan dari pak Kades seperti itu. Tapi ini kan baru keterangan sepihak, makanya lebih baik nunggu sampai pemeriksaan selesai. Kita kan juga harus mengetahui kenapa pelaku sampai bertindak seperti itu," kata Wijaya.
Baca juga: Hujan Tangis Warnai Pemakaman Suyanto dan Riyanto Korban Sriwijaya Air SJ-182
Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre melalui Kapolsek Kragan, Iptu Wijaya mengakui pihaknya menerima laporan tindak kekerasan dan pengrusakan mobil , yang diduga melibatkan suami dan adik dari wanita yang berada di dalam mobil kepala desa.
Penanganan kasus dengan meminta keterangan saksi maupun korban terlebih dahulu. Hingga Sabtu (30/1/2021) malam, pemeriksaan sudah selesai. Pengakuan dari kepala desa beralasan ia secara tidak sengaja bertemu dengan wanita itu di jalan wilayah Kecamatan Sluke, kemudian dipersilahkan untuk menumpang mobilnya.
Baca juga: Bangkalan Gempar, Video Buaya Muara Membawa Potongan Kaki Manusia Viral
"Kalau pengakuan dari pak Kades seperti itu. Tapi ini kan baru keterangan sepihak, makanya lebih baik nunggu sampai pemeriksaan selesai. Kita kan juga harus mengetahui kenapa pelaku sampai bertindak seperti itu," kata Wijaya.
Lihat Juga :