Jelang Lebaran, Pemkot Salatiga Naikkan Insentif RT dan RW
Sabtu, 16 Mei 2020 - 14:40 WIB
loading...
A
A
A
Yuliyanto menjelaskan, pencairan dana insentif tersebut dilakukan melalui rekening masing-maing Ketua RT, RW, PKK dan LPMK. Insentif yang ditransfer ke masing-masing rekening sudah dipotong pajak penghasilan sebesar 6%. "Tahun insentif Ketua RT, RW dan Ketua Tim Penggerak PKK naik Rp250.000. Sedangkan insentif Ketua LPMK naik Rp400.000," ujarnya.
Lebih lanjut Wali Kota berpesan untuk terus mendorong masyarakat dalam menaati protokol kesehatan. Terlebih jumlah pasien positif COVID-19 di Kota Salatiga mengalami peningkatan tajam pada pekan ini.
Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga mencatat terdapat delapan orang positif COVID-19 pada Rabu (13/5/2020) lalu.
Wali Kota menilai, peningkatan 3 hingga 4 kali lipat dari pekan sebelumnya tersebut karena masyarakat masih kurang disiplin terhadap protokol kesehatan. "Saya berpesan kepada seluruh Ketua RT, RW dan LPMK agar terus mendorong masyarakat untuk menaati protokol kesehatan seperti social distancing, physical distancing, cuci tangan pakai sabun 20 detik di air mengalir dan memakai masker setiap beraktivitas di luar rumah," katanya.
Sementara itu, Kabag Pemerintahan Setda Kota Salatiga Joko Wahono menjelaskan, insentif ini merupakan stimulus yang diberikan Pemkot Salatiga sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung pendanaan kebutuhan administrasi.
"Insentif ini diberikan kepada 23 LPMK, 204 RW dan PKK RW, serta 1.100 RT dan PKK RT. Total jumlah penerima sebanyak 2.631 orang yang dicairkan melalui 1.327 rekening dengan nilai keseluruhan Rp3.292.200.000," katanya.
Lebih lanjut Wali Kota berpesan untuk terus mendorong masyarakat dalam menaati protokol kesehatan. Terlebih jumlah pasien positif COVID-19 di Kota Salatiga mengalami peningkatan tajam pada pekan ini.
Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga mencatat terdapat delapan orang positif COVID-19 pada Rabu (13/5/2020) lalu.
Wali Kota menilai, peningkatan 3 hingga 4 kali lipat dari pekan sebelumnya tersebut karena masyarakat masih kurang disiplin terhadap protokol kesehatan. "Saya berpesan kepada seluruh Ketua RT, RW dan LPMK agar terus mendorong masyarakat untuk menaati protokol kesehatan seperti social distancing, physical distancing, cuci tangan pakai sabun 20 detik di air mengalir dan memakai masker setiap beraktivitas di luar rumah," katanya.
Sementara itu, Kabag Pemerintahan Setda Kota Salatiga Joko Wahono menjelaskan, insentif ini merupakan stimulus yang diberikan Pemkot Salatiga sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung pendanaan kebutuhan administrasi.
"Insentif ini diberikan kepada 23 LPMK, 204 RW dan PKK RW, serta 1.100 RT dan PKK RT. Total jumlah penerima sebanyak 2.631 orang yang dicairkan melalui 1.327 rekening dengan nilai keseluruhan Rp3.292.200.000," katanya.
(abd)
Lihat Juga :