Tak Tahan Sering Pipis, Hati-hati Gejala OAB
Jum'at, 29 Januari 2021 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
"Mengonsumsi alkohol serta kafein atau terjadi penurunan fungsi kandung kemih seiring bertambahnya usia juga bisa jadi penyebabnya," ungkap dr Harrina.
Pengobatannya, lanjut dr Harrina, bisa melalui pemberian obat pasca-ditemukan adanya OAB, penggunaan terapi dan alat.
Baca juga: Dari Elite Jadi Petani, Setya Novanto hingga Dada Rosada Panen Raya Padi di Lapas Sukamiskin
Contohnya penanganan latihan otot dasar panggul lalu stimulasi syaraf. Secara spesifik, terang dr Harrina, penanganan OAB dapat dilakukan dengan sejumlah langkah berikut, anamnesis dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan seperti cek urin, catatan harian berkemih, pemeriksaan radiologi dengan USG.
"Namun mencegah lebih baik dari pada mengobati. Oleh karena itu terapi perilaku gaya hidup yang diiringi dengan mengurangi konsumsi kafein, menjaga berat badan, olahraga atau senam dan berhenti merokok merupakan langkah yang ideal," pungkasnya.
Pengobatannya, lanjut dr Harrina, bisa melalui pemberian obat pasca-ditemukan adanya OAB, penggunaan terapi dan alat.
Baca juga: Dari Elite Jadi Petani, Setya Novanto hingga Dada Rosada Panen Raya Padi di Lapas Sukamiskin
Contohnya penanganan latihan otot dasar panggul lalu stimulasi syaraf. Secara spesifik, terang dr Harrina, penanganan OAB dapat dilakukan dengan sejumlah langkah berikut, anamnesis dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan seperti cek urin, catatan harian berkemih, pemeriksaan radiologi dengan USG.
"Namun mencegah lebih baik dari pada mengobati. Oleh karena itu terapi perilaku gaya hidup yang diiringi dengan mengurangi konsumsi kafein, menjaga berat badan, olahraga atau senam dan berhenti merokok merupakan langkah yang ideal," pungkasnya.
(boy)
Lihat Juga :