PPKM Diperpanjang dengan Membuka Tempat Wisata, DPRD Blitar: Ini Konyol

Selasa, 26 Januari 2021 - 00:34 WIB
loading...
PPKM Diperpanjang dengan...
Tempat wisata tetap dibuka saat PPLM jilid dua di Blitar. Foto/Ilustrasi
A A A
BLITAR - Keputusan Pemkab Blitar ikut perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau PPKM Jilid II dengan membuka kembali kawasan wisata, dinilai DPRD konyol. Legislatif menuding Pemkab Blitar, setengah hati dalam menjalankan PPKM Jilid II .

Baca juga: Pemkab Blitar Laksanakan PPKM Jilid II, Wisata Kembali Dibuka

" PPKM diperpanjang , tapi tempat wisata boleh buka, konyol itu mas," ujar Anggota DPRD Kabupaten Blitar, Wasis Kunto Atmojo kepada SINDOnews.com. Perpanjangan PPKM atau PPKM jilid II dimulai pada 26 Januari 2021, dan berakhir 8 Februari 2021. Dalam rapat Forkompimda Senin (25/1/2021) Pemkab Blitar, memutuskan ikut PPKM Jilid II .

Hal itu mengingat Kabupaten Blitar, sampai hari ini masih berstatus zona merah. Namun dalam PPKM jilid II ini, Pemkab Blitar, membuka kembali seluruh tempat wisata yang pada PPKM Jilid I ditutup total. Ada 61 titik destinasi wisata di Kabupaten Blitar, yang akan beroperasi selama PPKM jilid II . Syaratnya, jumlah kunjungan wisatawan dibatasi.



Para pengelola wisata juga harus memperketat protokol kesehatan COVID-19 . Bagi Wasis, kebijakan yang diambil Pemkab Blitar kontraproduktif. Hal itu mengingat kasus positif COVID-19 selama PPKM jilid I terus bertambah. Ketika wisata dibuka, potensi terjadi peningkatan kasus positif, kata dia akan semakin besar.

Di sisi lain, kebijakan tersebut juga memicu kecemburuan sektor ekonomi lain. Yakni terutama para pedagang malam yang dibatasi jualan maksimal pukul 20.00 WIB. "Pemkab nglindur iki mas (Pemkab mengigau ini mas)," kata Wasis yang juga politisi Partai Gerindra.

Baca juga: Ada Semburan Gas Bocor di Madina, 1 Polisi Terluka

Wasis mempertanyakan ketegasan Pemkab Blitar. Seperti standar yang berlaku dalam PPKM Jilid I . Menurut dia, seluruh tempat wisata di Kabupaten Blitar seharusnya tetap ditutup total. Kemudian pengawasan terhadap potensi munculnya kerumunan, lebih ditingkatkan.

Wasis tidak berharap kebijakan yang diambil Pemkab (membuka wisata) karena dipengaruhi tekanan dari kelompok tertentu. Sebab belum lama ini sebanyak 20 pengelola wisata yang tergabung dalam Forum Pengelola Destinasi Wisata (FPDW) Blitar Raya menyatakan menolak penutupan tempat wisata selama PPKM .

Baca juga: Petani Durian di Aceh Mengeluh, Buah Duriannya Kini Tak Lagi Berasa Manis

Dengan nada canda Wasis mengatakan, dari pada hanya membuka destinasi wisata, Pemkab Blitar lebih baik membebaskan seluruh sektor ekonomi yang ada. "Jangan sampai pemerintah diintervensi atau kena tekanan dari siapapun juga. Harus tegas dong," tegas Wasis.

Plt Sekda Kabupaten Blitar Mujianto mengatakan, dibukanya kembali tempat wisata selama PPKM Jilid II diiringi dengan pembatasan jumlah kunjungan. Pengelola wisata juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat.

Mujianto juga mengatakan pihaknya mengakomodir sejumkah pengelola wisata yang belum lama ini menolak penutupan selama berlaku PPKM . "Kita mengakomodir itu (aspirasi para pengelola wisata)," ujar Mujianto. Baca juga: Kecurigaan Ibu Korban, Jadi Pembuka Pintu Terbongkarnya Pembunuhan Sadis

Sementara tercatat hingga 25 Januari 2021, jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Blitar mencapai 3.230 kasus. Perinciannya, sebanyak 2.488 orang sembuh, 239 orang meninggal dunia, 143 orang menjalani perawatan di rumah sakit, 227 orang menjalani isolasi mandiri, dan 112 orang diisolasi di gedung isolasi.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kesandung Hak Angket,...
Kesandung Hak Angket, Bupati Blitar Mak Rini Tiba-tiba Mutasi 31 Pejabat Eselon 2
Makde Rahmat Sebut Bupati...
Makde Rahmat Sebut Bupati Blitar Bohong Soal Kesepakatan Sewa Rumdin, Kok Bisa?
Hadiri IDC, Ridwan Kamil...
Hadiri IDC, Ridwan Kamil Sebut Pandemi Covid-19 Percepat Disrupsi Digital
Jus Pala, Inovasi Bisnis...
Jus Pala, Inovasi Bisnis UMKM saat Pandemi Covid-19 yang Kini Kian Berkembang
Awas! Ada Peningkatan...
Awas! Ada Peningkatan Kasus Aktif Covid-19 di Gunungkidul
Vaksin Covid-19 Penguat...
Vaksin Covid-19 Penguat di Kepri Tinggal Tersisa 10 Ribu Dosis
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
Rekomendasi
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved