Ada Semburan Gas Bocor di Madina, 1 Polisi Terluka
Selasa, 26 Januari 2021 - 00:17 WIB
loading...
Kapolres Mandailing Natal, AKBP Horas Tua Silalahi, ketika memberikan keterangan kepada wartawan. Foto/SINDOnews/Zia Nasution
A
A
A
MANDAILING NATAL - Satu orang personel kepolisian dari Polres Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), menjadi korban gas bocor milik perusahaan PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) di Desa Sibanggor Julu.
Baca juga: Kasihan, 2 Bocah Ikut Jadi Korban Pipa Gas Bocor di Mandailing Natal
"Personel yang ikut menjadi korban atas nama Bripka Abdi Lestari Sinaga," ungkap Kapolres Madina, AKBP Horas Tua Silalahi. Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini personel tersebut sudah dievakuasi dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Dijelaskannya, pihak kepolisian langsung turun Ke Desa Purba Lamo, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, untuk membantu mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan.
Baca juga: Kecurigaan Ibu Korban, Jadi Pembuka Pintu Terbongkarnya Pembunuhan Sadis
Menurutnya, pihak kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan tentang penyebab peristiwa tersebut. Dia juga menghimbau masyarakat, untuk saling menjaga emosi dan jangan mudah terprovokasi. "Kita harus sama-sama menjaga situasi, agar kita bisa selesaikan permasalahan ini," ujarnya.
Baca juga: Kasihan, 2 Bocah Ikut Jadi Korban Pipa Gas Bocor di Mandailing Natal
"Personel yang ikut menjadi korban atas nama Bripka Abdi Lestari Sinaga," ungkap Kapolres Madina, AKBP Horas Tua Silalahi. Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini personel tersebut sudah dievakuasi dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Dijelaskannya, pihak kepolisian langsung turun Ke Desa Purba Lamo, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, untuk membantu mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan.
Baca juga: Kecurigaan Ibu Korban, Jadi Pembuka Pintu Terbongkarnya Pembunuhan Sadis
Menurutnya, pihak kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan tentang penyebab peristiwa tersebut. Dia juga menghimbau masyarakat, untuk saling menjaga emosi dan jangan mudah terprovokasi. "Kita harus sama-sama menjaga situasi, agar kita bisa selesaikan permasalahan ini," ujarnya.
(eyt)
Lihat Juga :