Bayi Termuda di Dunia Berumur 29 Hari Meninggal karena COVID-19
Jum'at, 17 April 2020 - 14:12 WIB
loading...
Ilustrasi seorang bayi yang baru lahir. Foto/REUTERS
A
A
A
MANILA - Bayi laki-laki berusia 29 hari di Filipina meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona baru, COVID-19. Bayi ini tercatat sebagai kematian termuda di dunia sejak pandemi menyebar di seluruh dunia.
Bayi yang baru beberapa hari lahir itu berasal dari Batangas, sebuah provinsi di Filipina. Dia meninggal di rumah sakit karena sepsis setelah mengalami kesulitan bernapas.
"Kematian termuda untuk COVID-19 adalah (bayi) 29 hari dari Batangas," kata Wakil Menteri Kesehatan Maria Rosario Vergeire dalam briefing yang disiarkan televisi.
"Dia meninggal karena sepsis onset lambat akibat infeksi pernafasan yang parah," ujarnya, seperti dikutip Daily Mirror, Kamis (16/4/2020).
(BACA JUGA: DPRD Desak Insentif Tim Medis Covid 19 di Tiga RSUD Simalungun Dicairkan)
Sebelum kematian bayi laki-laki ini, korban termuda dari wabah virus corona baru di Filipina adalah seorang gadis 7 tahun asal Pangasinan. Korban meninggal karena shock hipovolemik yang disebabkan oleh gastroenteritis akut dan dehidrasi parah.
Bayi yang baru beberapa hari lahir itu berasal dari Batangas, sebuah provinsi di Filipina. Dia meninggal di rumah sakit karena sepsis setelah mengalami kesulitan bernapas.
"Kematian termuda untuk COVID-19 adalah (bayi) 29 hari dari Batangas," kata Wakil Menteri Kesehatan Maria Rosario Vergeire dalam briefing yang disiarkan televisi.
"Dia meninggal karena sepsis onset lambat akibat infeksi pernafasan yang parah," ujarnya, seperti dikutip Daily Mirror, Kamis (16/4/2020).
(BACA JUGA: DPRD Desak Insentif Tim Medis Covid 19 di Tiga RSUD Simalungun Dicairkan)
Sebelum kematian bayi laki-laki ini, korban termuda dari wabah virus corona baru di Filipina adalah seorang gadis 7 tahun asal Pangasinan. Korban meninggal karena shock hipovolemik yang disebabkan oleh gastroenteritis akut dan dehidrasi parah.
Lihat Juga :