Pandemi COVID-19, Pengembang Turunkan Target Pembangunan Rumah Bersubsidi
Senin, 25 Januari 2021 - 10:07 WIB
loading...
A
A
A
Aplikasi ini terintegrasi dengan single ID dengan Aplikasi Sistem Informasi Konstruksi Indonesia (SIKI) milik LPJK. Aplikasi ini dilaksanakan oleh Manajemen Konstruksi (MK) yang telah terdaftar di LPJK dengan konsep kemitraan. MK nanti akan mengunjungi lokasi perumahan sesuai notifikasi pengajuan pemantauan dari para pengembangan yang telah terdaftar pada aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembangan (SiKumbang).
Baca juga: Pandemi COVID-19, Oppo Malah Genjot Penjualan Reno 5
Bila seluruh proses isian yang disyaratkan terpenuhi maka unit rumah siap menjadi obyek agunan KPR. “Untuk mendapat pengesahan suatu bangunan sesuai dengan MK itu terdapat tarif yang dikenakan. Sehingga menambah beban biaya bagi pengembang,” tandas Soepratno.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Difi Ahmad Johansyah mengatakan sejak pandemi terjadi, tren pertumbuhan kredit rumah tangga pada triwulan III 2020 masih melambat. Utamanya pada kredit kendaraan bermotor (KKB) dan KPR.
Pada triwulan II 2020, KPR tumbuh 4,78%. Lalu di triwulan III 2020 melambat menjadi 3,26%. “Perlambatan KPR sejalan dengan masih lesunya penjualan properti dan lemahnya daya beli masyarakat,” katanya.
Baca juga: Pandemi COVID-19, Oppo Malah Genjot Penjualan Reno 5
Bila seluruh proses isian yang disyaratkan terpenuhi maka unit rumah siap menjadi obyek agunan KPR. “Untuk mendapat pengesahan suatu bangunan sesuai dengan MK itu terdapat tarif yang dikenakan. Sehingga menambah beban biaya bagi pengembang,” tandas Soepratno.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Difi Ahmad Johansyah mengatakan sejak pandemi terjadi, tren pertumbuhan kredit rumah tangga pada triwulan III 2020 masih melambat. Utamanya pada kredit kendaraan bermotor (KKB) dan KPR.
Pada triwulan II 2020, KPR tumbuh 4,78%. Lalu di triwulan III 2020 melambat menjadi 3,26%. “Perlambatan KPR sejalan dengan masih lesunya penjualan properti dan lemahnya daya beli masyarakat,” katanya.
(msd)
Lihat Juga :