Selama PSBB, Kasus Kebakaran di Makassar Menurun Drastis
Sabtu, 16 Mei 2020 - 07:19 WIB
loading...
A
A
A
Hasanuddin menilai, adanya kecenderungan penurunan kasus kebakaran ini sebagai dampak PSBB. Dimana kebijakan itu menuntut warga tetap berada di rumah. Dengan kondisi demikian, masyarakat dinilai lebih waspada dalam memperhatikan kondisi kediamannya masing-masing.
"Bila dikaitkan dengan PSBB adalah bahwa hampir seluruh rumah ada penghuninya. Artinya tingkat kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran itu meningkat, dan apabila terjadi kebakaran awal dapat langsung dikendalikan oleh pemilik rumah," papar dia.
Dikatakan, potensi terjadinya kebakaran selama ini justru terjadi di sekitar kediaman. Dimana sekitar 90% terjadinya kebakaran itu akibat kelalaian manusia, baik terhadap pemakaian penggunaan alat listrik dan penggunaan kompor. Hampir seluruh laporan kejadian kebakaran yang ada, pun karena rumah ditinggal kosong oleh pemilik.
Meski begitu, Hasanuddin tetap mengimbau agar masyarakat tetap waspada di rumah. Apalagi saat ini dikatakan sudah memasuki musim kemarau. Di tengah menjalankan ibadah Ramadan, agar mawas diri saat beraktivitas memasak di dapur saat jam berbuka maupun sahur. Kemudian menjaga pemakaian beban listrik yang menumpuk.
"Dalam pelaksanaan PSBB ini agar selalu juga memperhatikan penggunaan alat-alat pemanas dan pendingin ruangan yang selalu over pada penggunaannya. Sebaiknya penggunaan AC dan kipas angin per 8 jam dan diistirahatkan selama 2 jam dapat digunakan kembali," pinta Hasanuddin.
Kepala Seksi Pengendali Operasi Damkar Makassar, Andi Muhammad Cakrawala menambahkan, kejadian kebakaran seringkali terjadi karena arus pendek (korslet). Makanya meski di rumah, dia berharap waraga tetap memperhatikan penggunaan peralatan listrik.
"Bila dikaitkan dengan PSBB adalah bahwa hampir seluruh rumah ada penghuninya. Artinya tingkat kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran itu meningkat, dan apabila terjadi kebakaran awal dapat langsung dikendalikan oleh pemilik rumah," papar dia.
Dikatakan, potensi terjadinya kebakaran selama ini justru terjadi di sekitar kediaman. Dimana sekitar 90% terjadinya kebakaran itu akibat kelalaian manusia, baik terhadap pemakaian penggunaan alat listrik dan penggunaan kompor. Hampir seluruh laporan kejadian kebakaran yang ada, pun karena rumah ditinggal kosong oleh pemilik.
Meski begitu, Hasanuddin tetap mengimbau agar masyarakat tetap waspada di rumah. Apalagi saat ini dikatakan sudah memasuki musim kemarau. Di tengah menjalankan ibadah Ramadan, agar mawas diri saat beraktivitas memasak di dapur saat jam berbuka maupun sahur. Kemudian menjaga pemakaian beban listrik yang menumpuk.
"Dalam pelaksanaan PSBB ini agar selalu juga memperhatikan penggunaan alat-alat pemanas dan pendingin ruangan yang selalu over pada penggunaannya. Sebaiknya penggunaan AC dan kipas angin per 8 jam dan diistirahatkan selama 2 jam dapat digunakan kembali," pinta Hasanuddin.
Kepala Seksi Pengendali Operasi Damkar Makassar, Andi Muhammad Cakrawala menambahkan, kejadian kebakaran seringkali terjadi karena arus pendek (korslet). Makanya meski di rumah, dia berharap waraga tetap memperhatikan penggunaan peralatan listrik.
Lihat Juga :