Bupati Bogor Nyatakan PSBB Sudah Cukup Lunak, Jadi Tak Perlu Lagi Relaksasi

Jum'at, 15 Mei 2020 - 21:25 WIB
loading...
Bupati Bogor Nyatakan...
Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan penerapan PSBB yang memasuki tahap ketiga ini merupakan bagian dari karantina wilayah kesehatan yang sudah cukup lunak, sehingga tidak perlu relaksasi (pelonggaran). Foto Pemkab Bogor
A A A
BOGOR - Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) yang memasuki tahap ketiga ini merupakan bagian dari karantina wilayah kesehatan yang sudah cukup lunak, sehingga tidak perlu relaksasi (pelonggaran).

"PSBB ini relaksasi dari karantina wilayah kesehatan. Saya kira tak perlu lagi relaksasi, atau lockdown, karena PSBB ini sudah cukup lunak," kata Ade Yasin dalam Bincang Sore SINDOnews secara live melalui akun Instagram, Jumat (15/05/2020).

Lebih lanjut dalam acara yang dipandu Abdul Rochim jurnalis SINDO Media bertemakan PSBB dan Mudik ini Ade Yasin menyatakan selain lunak dan kooperatif, dalam PSBB ini Pemda tidak boleh melakukan Lockdown. (Baca: Tolak Dijemput, Warga Positif COVID-19 Mengamuk dan Memeluk Tetangga Agar Tertular)

"Kita tidak boleh membatasi orang yang hendak ke pasar membeli kebutuhan pokok dan lain sebagainya, di Kabupaten Bogor juga sudah ada yang dikecualikan. Meski ada yang dikecualikan tetap beroperasi, kalau memang mampu menjaga karyawannya untuk melakukan social distancing, dan menjalankan protokol kesehatan silahkan saja," ungkapnya.

Dengan kondisi demikian, pihaknya juga sempat berpikiran jika dengan masih banyaknya kelonggaran selama PSBB di mana-mana percuma saja dan biarkan saja.

"Tapi kalau dilepas kan kasihan. Maka dari itu sejak awal hingga perpanjangan PSBB tahap III ini yang pertama kali saya mintakan pendapat dan saya dengar adalah dari paramedis. Perlu tidaknya menerapkan PSBB yang ketiga ini. Sebab selama pandemi COVID-19 ini dokter atau tenaga medis yang merasakan bebannya," ujarnya.

Sebab, kata dia, saat berbincang dengan para tenaga medis atau dokter yang berada di garda terdepan dalam melawan COVID-19 ini sudah kelelahan karena bekerja Double Time baik PSBB tahap I hingga II.

"Tenaga kesehatan kan tidak bertambah, ketika kami melakukan relawan pun ternyata sedikit sekali yang daftar. Sehingga jika dibiarkan tidak ada PSBB atau dilonggarkan mereka sudah merasa tertekan menangani pasien COVID-19 yang terus bertambah," katanya.

Bahkan, dia juga sempat mendengar pendapat dokter jika PSBB tahap III tidak dilakukan dan dilonggarkan atau relaksasi saat lebaran ini khawatir pasien dengan kasus terkonfirmasi positif akan semakin banyak. "Mereka (dokter/tenaga medis) saat ini saja tidak istirahat. Maka dari itu PSBB ini atas dasar pertimbangan saran dokter dan tenaga medis juga," katanya.

Bahkan, kata dia, meski fasilitas dan sistem kesehatan di Kabupaten Bogor relatif cukup dengan memaksimalkan beberapa rumah sakit milik pemerintah. Dimana ada empat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), satu RS Paru dan dua rumah karantina di Cibogo dan Kemang.

"Artinya fasilitas kita cukup lengkap, tetapi tenaga medis atau dokternya itu cuma segitu-gitunya. Maka dari itu kita khawatir jika kasus COVID-19 terus bertambah dengan tenaga medis terbatas kita harus berupaya agar mereka tidak sakit. Tidak mau juga kita mereka kelelahan dan imunnya tak dijaga mereka akhirnya kena," timpalnya.

Dalam kesempatan itu, Ade Yasin juga menyampaikan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Bogor mencapai 165 orang dengan rincian positif aktif atau masih dalam perawatan sebanyak 131 orang, sembuh 23 orang dan meninggal 11 orang.

"Terkait peta sebaran COVID-19 semula 22 kecamatan yang masuk zona merah, sekarang sudah 20 kecamatan dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor ini. Jadi sekarang yang zona kuning dan hijau tinggal 20 kecamatan juga," katanya.

Terkait dengan peta sebaran zona merah yang masih cukup banyak, pihaknya memberlakukan larangan mudik antar wilayah atau kecamatan. "Maksudnya dilarang mudik dan silaturahmi bagi warga yang tingga di zona merah ke zona kuning atau hijau. Saya minta masyarakat paham dan mengerti bahwa wilayah zona merah itu bisa menimbulkan bahaya bagi daerah lain, agar menunda silaturahmi dulu," tandasnya.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saksi Sebut Tak Pernah...
Saksi Sebut Tak Pernah Diperintah Ade Yasin Suap Pegawai BPK Jabar
Terseret Kasus Ade Yasin,...
Terseret Kasus Ade Yasin, 3 ASN Pemkab Bogor Divonis 4 dan 2 Tahun Penjara
Divonis 4 Tahun dan...
Divonis 4 Tahun dan Dizolimi, Bupati Bogor Non-Aktif Ade Yasin Banding
Tangis dan Protes Pendukung...
Tangis dan Protes Pendukung Bupati Bogor Non-Aktif Ade Yasin Pecah saat Hakim Jatuhkan Vonis
Bupati Bogor Non-Aktif...
Bupati Bogor Non-Aktif Ade Yasin Divonis 4 Tahun Penjara
Sesali Perbuatannya...
Sesali Perbuatannya Rugikan Bupati Bogor Non Aktif, Terdakwa Ihsan: Bu Ade, Saya Mohon Maaf
Kasasi Ditolak MA, Bupati...
Kasasi Ditolak MA, Bupati Bogor Ade Yasin Dihukum 4 Tahun Penjara
KPK Apresiasi Vonis...
KPK Apresiasi Vonis 4 Tahun terhadap Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin
Jelang Sidang Vonis...
Jelang Sidang Vonis Bupati Bogor Ade Yasin, Begini Tanggapan PPP
Rekomendasi
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
Berita Terkini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Infografis
3 Penyebab Para Jenderal...
3 Penyebab Para Jenderal Israel Sudah Tak Ingin Serang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved