Salah Paham, Polsek Dawarblandong Mojokerto Digeruduk Pendekar PSHT
Jum'at, 22 Januari 2021 - 23:12 WIB
loading...
A
A
A
Darmadi menjadi korban penganiayaan pada Senin (18/1/2021) sekitar pukul 18.30 WIB. Ketika itu pemuda tersebut dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di Surabaya. Saat melintas di Jalan Raya Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Darmadi dihentikan oleh beberapa orang pemuda yang mengendarai empat sepeda motor.
Baca juga: Kisah Kesaktian Hang Tuah dan Keris Taming Sari Menjaga Kedaulatan Kesultanan Malaka
Tanpa bertanya apapun, satu orang pemuda kemudian menghajar Darmadi yang saat itu masih berada di atas motor. Bahkan, kerasnya pukulan membuat mika depan helm yang dikenakannya pecah. Tak berhenti di situ, pelaku yang belakangan diketahui berinisial Hz itu kembali melayangkan bogem mentah ke wajah Darmadi hingga membuat pelipis kirinya robek.
"Jadi sekitar dua hari yang lalu terjadi penganiayaan . Korban ini sebenarnya korban salah sasaran. Karena sebenarnya dia bukan target penganiayaan dan kedua belah pihak ini tidak saling mengenal. Tapi korban tahu siapa pelaku itu," kata Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Deddy Supriyadi, Jumat (22/1/2021) malam.
Usai menjadi korban penganiayaan, Darmadi yang juga anggota perguruan silat PSHT lantas melapor ke polisi. Petugas kepolisian pun langsung melakukan penyelidikan. Bahkan, kata Deddy, Unit Reskrim Polsek Dawarblandong juga telah merampungkan bukti-bukti guna memproses kasus penganiayaan tersebut.
Baca juga: Maros Gempar, Wanita Pengendara Motor Mewah Curi 2 Tanaman Hias Seharga Rp900 Ribu
Baca juga: Kisah Kesaktian Hang Tuah dan Keris Taming Sari Menjaga Kedaulatan Kesultanan Malaka
Tanpa bertanya apapun, satu orang pemuda kemudian menghajar Darmadi yang saat itu masih berada di atas motor. Bahkan, kerasnya pukulan membuat mika depan helm yang dikenakannya pecah. Tak berhenti di situ, pelaku yang belakangan diketahui berinisial Hz itu kembali melayangkan bogem mentah ke wajah Darmadi hingga membuat pelipis kirinya robek.
"Jadi sekitar dua hari yang lalu terjadi penganiayaan . Korban ini sebenarnya korban salah sasaran. Karena sebenarnya dia bukan target penganiayaan dan kedua belah pihak ini tidak saling mengenal. Tapi korban tahu siapa pelaku itu," kata Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Deddy Supriyadi, Jumat (22/1/2021) malam.
Usai menjadi korban penganiayaan, Darmadi yang juga anggota perguruan silat PSHT lantas melapor ke polisi. Petugas kepolisian pun langsung melakukan penyelidikan. Bahkan, kata Deddy, Unit Reskrim Polsek Dawarblandong juga telah merampungkan bukti-bukti guna memproses kasus penganiayaan tersebut.
Baca juga: Maros Gempar, Wanita Pengendara Motor Mewah Curi 2 Tanaman Hias Seharga Rp900 Ribu
Lihat Juga :