Banyak Warga Simpan Uang di Bank, DPK Perbankan di Jatim Naik Menjadi Rp625 Triliun
Jum'at, 22 Januari 2021 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, walaupun pertumbuhan DPK perbankan meningkat, suku bunganya mengalami penurunan. Yakni dari 2,92% menjadi 2,67%. Dan itu terjadi pada seluruh komponen DPK.
Baca juga: 11 Hari PPKM, Ribuan Orang Melanggar Protokol Kesehatan
Peningkatan pertumbuhan DPK perbankan, kata dia, mengindikasikan adanya kebutuhan masyarakat untuk berjaga-jaga menghadapi peningkatan pengeluaran di tengah pandemi COVID-19. “Berdasarkan kegiatan bank, penghimpunan DPK di Jatim didominasi bank umum konvensional. Yaitu mencapai 94,65% dari total DPK,” terangnya.
Berdasarkan valuta, DPK valuta asing (valas) tumbuh lebih tinggi dibandingkan DPK Rupiah. Di triwulan III 2020, DPK Rupiah tumbuh 7,16% secara tahunan (yoy). Sedangkan DPK valas tumbuh 15,88% (yoy).
Belum stabilnya perekonomian global, menjadikan deposan memilih untuk menempatkan dananya pada valas sebagai bentuk hedging. “Preferensi masyarakat pada triwulan III 2020, mengarah pada deposito dengan jangka waktu 1 bulan. Ini mencerminkan kebutuhan likuiditas untuk memenuhi pengeluaran jangka pendek,” tandas Difi.
Baca juga: 11 Hari PPKM, Ribuan Orang Melanggar Protokol Kesehatan
Peningkatan pertumbuhan DPK perbankan, kata dia, mengindikasikan adanya kebutuhan masyarakat untuk berjaga-jaga menghadapi peningkatan pengeluaran di tengah pandemi COVID-19. “Berdasarkan kegiatan bank, penghimpunan DPK di Jatim didominasi bank umum konvensional. Yaitu mencapai 94,65% dari total DPK,” terangnya.
Berdasarkan valuta, DPK valuta asing (valas) tumbuh lebih tinggi dibandingkan DPK Rupiah. Di triwulan III 2020, DPK Rupiah tumbuh 7,16% secara tahunan (yoy). Sedangkan DPK valas tumbuh 15,88% (yoy).
Belum stabilnya perekonomian global, menjadikan deposan memilih untuk menempatkan dananya pada valas sebagai bentuk hedging. “Preferensi masyarakat pada triwulan III 2020, mengarah pada deposito dengan jangka waktu 1 bulan. Ini mencerminkan kebutuhan likuiditas untuk memenuhi pengeluaran jangka pendek,” tandas Difi.
(msd)
Lihat Juga :