Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Merapi Siaga dan PPKM, Pengungsi di Sleman Belum Dipulangkan

loading...
Merapi Siaga dan PPKM, Pengungsi di Sleman Belum Dipulangkan
Kepala pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto memberikan keterangan soal pengungsi di media center penangganan COVID-19 Sleman, Selasa (19/1/2021). Foto/MNC Portal Indonesia/Priyo
SLEMAN - Pemkab Sleman memutuskan belum memulangkan pengungsi di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman meski potensi bahaya aktivitas Gunung Merapi berubah, tidak lagi ke Tenggara tetapi Selatan-Barat Daya.

Status Merapi masih level III atau siaga dengan status ini belum bisa memastikan kondisi aman atau tidak.

Selain itu, Sleman juga masih melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terhitung 11-25 Januari 2021.

Kepala Pelaksaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Supriyanto mengatakan, ada beberapa pertimbangan sebelum memutuskan apakah pengungsi boleh pulang atau tidak. Di antaranya status aktivitas Gunung Merapi dan kondisi masyarakat.



Baca juga: Penerapan PPKM, Satpol PP Kabupaten Semarang Tindak 99 Pelanggar

Untuk status Merapi saat ini masih level III (siaga) dan sesuai rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), radius jarak aman 5 kilometer (km) dari puncak Merapi dan 3 km dari puncak tidak boleh ada aktivitas.

Baca juga: Hujan Lebat Semalaman, Rumah Warga Salatiga Terjun ke Jurang Sedalam 10 Meter

"Untuk kondisi masyarakat sekarang sedang menerapkan PPKM dari 11-25 Jauari 2021. Jadi tidak boleh ada kerumuman. Bila ada pemulangan pengungsi maka akan terjadi kerumuman. Dari pertimbangan itulah, meski ada perubahan potensi bahaya aktivitas Merapi, memutuskan belum memulangkan pengungsi khususnya kelompok rentan,” kata Joko, Selasa (19/1/2021).
(boy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top