Merapi Masih Terus Bergolak, 1.000 Warga di Jateng Pilih Mengungsi
Senin, 18 Januari 2021 - 16:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pandemi COVID-19, Pakar Imunologi: Pemakaian Masker Setidaknya 4 Tahun Lagi
"Dari pengamat Merapi , dari BMKG, dari BPBD semuanya siaga terus-menerus sehingga pantauan kita ini harian. Maka semuanya tetap harus betul-betul menjaga diri dan kita mendampingi masyarakat agar selalu siaga, sehingga nanti kalau ada perintah dari BPBD tolong warga siap, insya Allah kita bisa mengurangi risiko bencana," beber dia.
Baca juga: Orang Amerika Diburu Imigrasi Bali, Gara-gara Ajak Pindah Bule ke Bali dengan Mudah
Status aktivitas Gunung Merapi ditingkatkan pada level III atau Siaga sejak 5 November 2020. Pada Senin (18/1/2021) pukul 05.43 WIB, terjadi awan panas guguran. Awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo 22 mm dan durasi 112 detik. Jarak luncur ±1.000 meter ke arah barat daya (Kali Krasak ) dan teramati tinggi kolom 50 meter di atas puncak. Angin bertiup ke tenggara.
"Dari pengamat Merapi , dari BMKG, dari BPBD semuanya siaga terus-menerus sehingga pantauan kita ini harian. Maka semuanya tetap harus betul-betul menjaga diri dan kita mendampingi masyarakat agar selalu siaga, sehingga nanti kalau ada perintah dari BPBD tolong warga siap, insya Allah kita bisa mengurangi risiko bencana," beber dia.
Baca juga: Orang Amerika Diburu Imigrasi Bali, Gara-gara Ajak Pindah Bule ke Bali dengan Mudah
Status aktivitas Gunung Merapi ditingkatkan pada level III atau Siaga sejak 5 November 2020. Pada Senin (18/1/2021) pukul 05.43 WIB, terjadi awan panas guguran. Awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo 22 mm dan durasi 112 detik. Jarak luncur ±1.000 meter ke arah barat daya (Kali Krasak ) dan teramati tinggi kolom 50 meter di atas puncak. Angin bertiup ke tenggara.
(eyt)
Lihat Juga :